11/02/2026

BEI Siapkan Peta Jalan 2026–2030, Pasar Modal Ditarget Tumbuh Berdaya Saing Global

 BEI Siapkan Peta Jalan 2026–2030, Pasar Modal Ditarget Tumbuh Berdaya Saing Global

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan sambutan pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

JAKARTA (Dewannews.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan pembangunan nasional melalui peningkatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, serta percepatan pengembangan ekonomi hijau. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (02/01/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, jajaran Dewan Komisioner OJK, Direktur Utama BEI Iman Rachman, serta para pemangku kepentingan pasar modal. OJK mendorong sinergi lintas lembaga agar sektor jasa keuangan semakin berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga:  Di Tengah Tekanan Global, Moody’s Nilai Ekonomi Indonesia Tetap Resilien

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dalam sambutan pada Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, menekankan pentingnya perlindungan investor, khususnya investor ritel yang kini menjadi penopang utama aktivitas perdagangan saham. OJK memperkuat pengawasan perilaku pasar (market conduct), termasuk terhadap aktivitas influencer keuangan atau finfluencer. Regulasi terkait finfluencer saat ini tengah difinalisasi dan ditargetkan terbit pada pertengahan 2026 dengan penekanan pada aspek kapabilitas, transparansi, serta kepatuhan perizinan guna mendukung literasi dan investasi yang bertanggung jawab.

Sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional, kinerja pasar modal sepanjang 2025 tercatat solid. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.646,94 atau menguat 22,13 persen secara tahunan dan beberapa kali mencetak rekor tertinggi. Investor nonresiden kembali mencatatkan net buy sebesar Rp36,23 triliun pada semester II-2025, mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional dan kinerja korporasi.

Baca Juga:  OJK dan Kemenlu RI Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Perlindungan Konsumen dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan

Dari sisi penghimpunan dana, hingga 31 Desember 2025 tercatat 215 penawaran umum dengan total nilai Rp275 triliun, termasuk 18 emiten baru dengan nilai IPO Rp14,41 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian meningkat menjadi Rp18,1 triliun dibandingkan Rp12,9 triliun pada 2024. Jumlah investor juga tumbuh menjadi 20,2 juta Single Investor Identification (SID) atau naik 36 persen secara tahunan, dengan dominasi investor berusia di bawah 40 tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa BEI telah menyiapkan masterplan pengembangan pasar modal 2026–2030 untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan sekaligus meningkatkan daya saing global. Dalam peta jalan tersebut, BEI menargetkan terwujudnya pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, dan tumbuh secara global pada 2030. Target tersebut didukung melalui penguatan infrastruktur pasar, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi publik.

Baca Juga:  Bali EV Fest 2025 Wujudkan Pariwisata Hijau Lewat Kendaraan Listrik

Iman menambahkan, BEI juga terus mendorong inovasi produk dan pendalaman pasar agar pasar modal tidak hanya tumbuh dari sisi nilai transaksi, tetapi juga semakin berperan dalam pembiayaan jangka panjang perekonomian nasional. Upaya tersebut dilakukan sejalan dengan agenda penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pengungkapan informasi, serta dukungan terhadap pengembangan instrumen berkelanjutan dan ekonomi hijau. (r)