08/01/2026

Gangguan Listrik Akibat Layangan di Bali Melonjak, PLN Keluarkan Imbauan

 Gangguan Listrik Akibat Layangan di Bali Melonjak, PLN Keluarkan Imbauan

Layangan yang nyangkut pada jaringan listrik di sebuah kawasan di Sanur ini berpotensi mengganggu pasokan listrik di wilayah tersebut.

DENPASAR (Dewannews.com) — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mengimbau masyarakat untuk bermain layang-layang secara aman dan bertanggung jawab guna menjaga keandalan pasokan listrik di Pulau Dewata.

Imbauan ini tidak hanya ditujukan kepada anak-anak atau Rare Angon, tetapi juga kepada orang dewasa yang memiliki hobi melayangan. Pasalnya, gangguan listrik akibat layangan yang tersangkut jaringan PLN terus meningkat.

Baca Juga:  Sanggar Sudha Wirad Badung Tampil Apik di PKB 2025, Sajikan Harmoni Tradisi dan Modernitas

“Sepanjang Januari hingga Juli 2025, tercatat 43 kali gangguan listrik akibat layangan. Angka ini sudah melampaui total gangguan sepanjang 2024 yang berjumlah 41 kasus,” ungkap General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, di Denpasar, Senin (28/7).

Eric menegaskan, gangguan tersebut tidak hanya berdampak pada padamnya listrik, tetapi juga membahayakan keselamatan jiwa. “Kami mengajak masyarakat tidak hanya menjaga diri dari bahaya listrik, tetapi juga ikut menjaga keandalan pasokan. Budaya melayangan penting, tapi keselamatan tetap yang utama,” katanya.

Baca Juga:  Gak Cuma Lari, Peserta AIR 2025 Juga Bisa Nikmati Layanan Digital PLN Mobile!

PLN meminta masyarakat memperhatikan tiga hal utama saat bermain layang-layang:

1. Pilih lokasi yang jauh dari jaringan listrik PLN.

2. Hindari penggunaan benang berbahan logam atau gelasan karena bisa menghantarkan listrik.

3. Jangan menginapkan layangan di udara karena berisiko tersangkut kabel dan menimbulkan korsleting.

Baca Juga:  Kinerja Industri Jasa Keuangan Prov. Bali Pada September 2024 Catatkan Kinerja Baik dan Terjaga Stabil

Menurut PLN, dampak gangguan tidak hanya dirasakan di rumah tangga, tetapi juga pada layanan publik vital seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Dalam beberapa kasus, kabel listrik yang tersangkut benang layangan bisa menyebabkan kecelakaan serius akibat sengatan listrik.

“Bali memiliki tradisi melayangan yang mengakar kuat. Kami mengajak semua pihak—baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa—untuk melestarikan budaya ini secara aman. Mari bersama kita jaga keselamatan dan keandalan listrik di Bali,” ujar Eric.

Baca Juga:  Modus Baru Penipuan Rekrutmen PLN, Ini Kata Resmi PLN Bali

Untuk mencegah gangguan serupa, PLN gencar melakukan edukasi dan sosialisasi ke komunitas pecinta layang-layang, sekolah, dan aparat desa. Upaya ini diharapkan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan dalam menjalankan tradisi budaya.

PLN menegaskan, kolaborasi antara masyarakat, komunitas lokal, dan pemangku kepentingan sangat penting agar tradisi melayangan tetap lestari tanpa mengorbankan keselamatan dan pasokan listrik di Bali. (r)