25/02/2026

Komunitas Seni Taksu Mandala Tampil Memukau di Parade Palegongan PKB ke-47

 Komunitas Seni Taksu Mandala Tampil Memukau di Parade Palegongan PKB ke-47

Penampilan Komunitas Seni Taksu Mandala Banjar Wijaya Kusuma, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan di ajang Utsawa Palegongan Klasik Khas serangkaian PKB ke-47, Senin (14/7/2025).

DENPASAR (Dewannews.com) – Komunitas Seni Taksu Mandala Banjar Wijaya Kusuma, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan tampil memukau mewakili Kabupaten Badung dalam Parade Palegongan Klasik serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47. Parade ini digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (14/7/2025).

Dalam penampilannya, komunitas seni ini menyuguhkan dua tabuh dan dua tari, yakni Tabuh Petegak Palegongan Klasik “Kulicak”, Tabuh Kreasi “Saet Wangsul”, serta Tari Legong Klasik “Jobog” dan Tari Legong Kreasi “Manohara”.

Baca Juga:  Badung Jadi Tuan Rumah The 14th Bali International Choir Festival 2025

Tabuh Klasik Kulicak terinspirasi dari suara burung kulicak. Pembina tabuh I Komang Sukajaya Sudarma, S.Sn., menjelaskan bahwa garapan ini merupakan karya maestro I Gusti Putu Made Geria, murid dari I Wayan Lotring, yang pertama kali ditampilkan oleh Tim Kesenian RRI Denpasar pada era 1970-an.

Tari Legong Jobog mengangkat kisah dua saudara, Sugriwa dan Subali, yang memperebutkan ajimat di sebuah danau ajaib. “Pertarungan mereka menggambarkan konflik batin sekaligus kekuatan persaudaraan,” ujar pembina tari Ni Made Ratna Juwita, S.Sn.

Baca Juga:  Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Karya Melaspas di Pura Ulun Siwi Subak Tungkub Mengwi

Sementara tabuh kreasi Saet Wangsul menggambarkan ikatan batin perantau Desa Ungasan yang kembali membangun kampung halaman. “Saet berarti ikatan, wangsul berarti kembali,” jelas penata tabuh I Wayan Pradnya Pitala, S.Sn.

Tari Legong Kreasi Manohara menyuarakan filosofi rwa bhineda, tentang keseimbangan antara dua hal yang bertolak belakang. “Harmoni lahir dari keberanian menerima perbedaan,” ungkap penata tari Kadek Ayu Diah Mutiara Dewi, S.Sn.

Baca Juga:  Pantai Bingin Ditata Ulang, Bupati Arnawa Dengar Langsung Suara Masyarakat

Pertunjukan ini mendapat sambutan luar biasa. Ribuan penonton memadati Gedung Ksirarnawa, memberi dukungan penuh kepada para seniman muda Ungasan yang tampil penuh semangat dan dedikasi.