06/03/2026

OJK Bali: Kredit Investasi dan Pasar Modal Tumbuh Kuat Sepanjang 2025

 OJK Bali: Kredit Investasi dan Pasar Modal Tumbuh Kuat Sepanjang 2025

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu (tengah) didampingi jajaran saat kegiatan “NGORTE: Ngobrol Bersama Update Berita with Media” di Kantor OJK Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (23/2/2026).

DENPASAR (Dewannews.com)Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menyatakan stabilitas Industri Jasa Keuangan (IJK) di Bali hingga Desember 2025 tetap terjaga di tengah dinamika global dan domestik. Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu menegaskan, kondisi tersebut tercermin dari fungsi intermediasi yang berjalan baik, risiko yang terkendali, serta likuiditas yang memadai.

“Kami melihat kinerja industri jasa keuangan di Bali tetap resilien. Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat terjaga, kualitas aset membaik, serta permodalan dan likuiditas berada pada level yang aman. Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bali,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, saat acara Ngorte dan buka puasa bersama awak media di Kantor OJK Bali, Denpasar, Senin, 23 Pebruari 2026.

Baca Juga:  PLN Terus Tingkatkan Keandalan, Perayaan Imlek di 8 Lokasi di Bali Berlangsung Lancar dan Aman

Kinerja sektor jasa keuangan tersebut turut menopang pertumbuhan ekonomi Bali yang secara kumulatif mencapai 5,82 persen (year on year/yoy) sepanjang 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,11 persen. Menurut Kristrianti, capaian ini menunjukkan sinergi yang baik antara sektor keuangan dan sektor riil di Bali.

Dari sisi intermediasi perbankan, penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank tumbuh 6,73 persen yoy menjadi Rp119,87 triliun, sementara kredit berdasarkan lokasi proyek meningkat 7,18 persen yoy menjadi Rp144,49 triliun. Pertumbuhan kredit didorong kredit investasi yang naik 16,21 persen yoy atau bertambah Rp5,72 triliun, terutama pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta real estat. Kredit konsumsi tumbuh 4,69 persen yoy, sedangkan kredit modal kerja relatif stabil 0,09 persen yoy.

Baca Juga:  OJK: Kinerja Keuangan Bali Stabil, Kredit dan DPK Tumbuh Positif

“Pertumbuhan kredit investasi yang cukup tinggi mencerminkan adanya ekspansi usaha dan optimisme pelaku ekonomi di Bali, khususnya pada sektor-sektor pendukung pariwisata dan properti. Perbankan berperan aktif dalam mendukung pembiayaan jangka panjang,” kata Kristrianti.

Sebesar 51,11 persen kredit di Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan 3,91 persen yoy. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 7,49 persen yoy menjadi Rp203,97 triliun, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 58,60 persen. Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL gross 2,44 persen dan NPL net 1,68 persen, serta Loan at Risk (LaR) turun menjadi 9,12 persen. Ketahanan BPR juga kuat dengan CR 16,04 persen dan CAR 27,26 persen.

Baca Juga:  Kinerja Industri Jasa Keuangan Bali Stabil dan Resilien hingga Juni 2025

Di sektor pasar modal, jumlah investor di Bali mencapai 359.262 SID atau tumbuh 22,69 persen yoy. Nilai kepemilikan saham naik 47,39 persen yoy menjadi Rp7,69 triliun dan nilai transaksi saham tumbuh 72,49 persen yoy menjadi Rp6,78 triliun. Sementara itu, pembiayaan melalui perusahaan pembiayaan, modal ventura, dan fintech peer to peer lending juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan kualitas pembiayaan yang masih terkendali.

“OJK akan terus memperkuat pengawasan, edukasi, dan pelindungan konsumen agar sektor jasa keuangan di Bali tetap stabil, kontributif, dan tumbuh berkelanjutan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan aspek legalitas dan kewajaran sebelum memilih produk keuangan serta waspada terhadap investasi ilegal,” tegas Kristrianti. (jk)