OJK Optimistis Sektor Keuangan Tahan Tekanan Global di 2026
Jajaran Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat menyampaikan hasil Asesmen Sektor Jasa Keuangan dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Desember 2025 yang digelar secara daring, Jumat (9/1/2026).
MANGUPURA (Dewannews.com) – Stabilitas sektor jasa keuangan nasional dinilai tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan yang digelar pada 24 Desember 2025, sebagaimana tertuang dalam siaran pers yang diterima redaksi Dewannews.com pada Jumat (9/1/2026).
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menjelaskan bahwa perekonomian global menunjukkan perbaikan secara umum meskipun masih dibayangi tantangan. Aktivitas manufaktur global tetap berada di zona ekspansi, namun lajunya melambat seiring menurunnya kepercayaan konsumen dan berlanjutnya perlambatan ekonomi Tiongkok. “Untuk tahun 2026, lembaga multilateral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melandai dan berada di bawah rata-rata pra-pandemi,” ujarnya.
Dinamika global juga dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan bank sentral utama dunia. The Federal Reserve dan Bank of England menempuh kebijakan pelonggaran melalui pemangkasan suku bunga, sementara Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Kondisi tersebut memicu volatilitas pasar keuangan global, termasuk potensi koreksi di pasar obligasi dan kekhawatiran terhadap pembentukan gelembung di saham teknologi.
Di tengah perkembangan tersebut, Ismail menegaskan bahwa kondisi perekonomian domestik Indonesia tetap solid. Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat meningkat secara terkendali, sektor manufaktur masih berada pada fase ekspansi, serta kinerja eksternal tetap terjaga dengan neraca perdagangan yang mencatatkan surplus. Fundamental ekonomi yang kuat ini menjadi penopang utama stabilitas sektor jasa keuangan nasional.
Kinerja pasar modal sepanjang 2025 juga mencerminkan optimisme investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,13 persen secara tahunan ke level 8.646,94 dan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak 24 kali. Likuiditas pasar meningkat signifikan, ditopang oleh meningkatnya partisipasi investor ritel domestik serta kembalinya minat investor asing pada triwulan IV-2025.
OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan dan penegakan ketentuan di sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon. “OJK akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pendalaman pasar dan pembiayaan yang berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026,” tutup M. Ismail Riyadi. (r)
