16/06/2026

OJK Tekankan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN+3 Bond Market Forum 2026

 OJK Tekankan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN+3 Bond Market Forum 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) dan para pemangku kepentingan berfoto bersama usai pembukaan rangkaian 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting, Joint 34th Cross-Border Settlement Infrastructure Forum (CSIF), dan 3rd Digital Bond Market Forum (DBMF) di Yogyakarta, Senin (2/2/2026).

YOGYAKARTA (Dewannews.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) mendorong penguatan pasar obligasi serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3 melalui penyelenggaraan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat integrasi pasar obligasi regional, khususnya obligasi berdenominasi mata uang lokal.

Direktur Eksekutif Kelompok Spesialis Pasar Modal OJK Retno Ici mengatakan, ABMF bertujuan mendorong standardisasi dan harmonisasi regulasi, praktik pasar, serta infrastruktur transaksi obligasi lintas batas di kawasan ASEAN+3. “Kehadiran regulator, pelaku pasar, investor, akademisi, serta organisasi internasional mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pasar modal yang tangguh, inklusif, dan berorientasi ke masa depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Bantu Petani dan UMKM OJK Bersama Pemkab Jembrana Luncurkan TPAKD

Retno menjelaskan, OJK terus memperkuat penerapan keuangan berkelanjutan di pasar modal melalui berbagai kebijakan, salah satunya dengan menerbitkan POJK Nomor 18 Tahun 2023tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. “Regulasi ini memperluas cakupan obligasi berkelanjutan, tidak hanya aspek lingkungan, tetapi juga aspek sosial dan keberlanjutan lainnya,” katanya. Hingga akhir Desember 2025, nilai outstanding obligasi dan sukuk korporasi berkelanjutan tercatat mencapai Rp54,94 triliun atau setara USD3,28 miliar.

Sementara itu, Direktur Strategi Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Mada Dahana menegaskan keuangan berkelanjutan merupakan bagian dari strategi utama pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). “Pemerintah telah mengembangkan berbagai inisiatif pembiayaan seperti sukuk, obligasi tematik, serta skema pembiayaan gabungan, namun keterbatasan kapasitas pendanaan masih menjadi tantangan sehingga kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Upacara HUT Ke-79 RI di IKN Berlangsung Khidmat, Listrik PLN Aman Tanpa Kedip

Berdasarkan Sustainable Development Report 2025, Indonesia memperoleh skor 70,2 atau di atas rata-rata global, dengan capaian 61,4 persen indikator SDGs. Capaian tersebut, menurut Mada, menjadi sinyal positif bagi sektor swasta untuk berinvestasi dalam agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Rangkaian ABMF 2026 digelar selama tiga hari secara hybrid dan diikuti sekitar 200 peserta, termasuk Indonesia Session, Cross-Border Settlement Infrastructure Forum (CSIF), dan Digital Bond Market Forum (DBMF) yang membahas integrasi pasar obligasi, transaksi lintas batas, serta pengembangan aset digital di kawasan ASEAN+3. (r)