31/08/2025

Pesona Gong Wanita Ungasan Pukau Penonton di Panggung Ardha Candra

 Pesona Gong Wanita Ungasan Pukau Penonton di Panggung Ardha Candra

Dua penari wanita dari Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala, Desa Adat Ungasan, membawakan tari kreasi Tedung Jagat di ajang Utsawa Gong Kebyar Wanita serangkaian PKB ke-47 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Senin (7/7/2025). Tarian ini menggambarkan sosok pemimpin bijak yang melindungi rakyatnya. (Foto: Kominfo Pemkab. Badung)

DENPASAR (Dewannews.com) – Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala dari Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, tampil memukau dalam ajang Utsawa Gong Kebyar Wanita serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025. Membawa nama Kabupaten Badung sebagai duta, mereka unjuk kebolehan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (7/7) malam.

Dengan balutan busana bernuansa biru dan silver, para yowana Ungasan melangkah anggun di atas panggung. Teriakan semangat dan tepuk tangan penonton bergemuruh dari tribun, menambah semarak suasana malam yang cerah. Penampilan ini turut disaksikan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Gubernur Bali I Wayan Koster, Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa, jajaran OPD Pemkab Badung, dan ribuan masyarakat yang memadati area pertunjukan.

Baca Juga:  Komunitas Seni Taksu Mandala Tampil Memukau di Parade Palegongan PKB ke-47

Sekaa Gong Karang Asti Komala menampilkan tiga materi utama yang memadukan kreativitas seni karawitan, tari, dan vokal. Pertunjukan dibuka dengan tabuh kreasi berjudul “Yogi Suara”, yang merefleksikan kondisi Bali masa kini—diwarnai paradoks, keresahan, dan ketidaknyamanan akibat berbagai tekanan sosial dan budaya. Garapan ini mengajak penonton untuk meyasa kerthi—upaya menjaga harmoni dan keberlanjutan kehidupan di Bali.

Yogi Suara terinspirasi dari dinamika sosial yang berkembang di Bali. Melalui karya ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjaga keajegan Bali dari hal-hal negatif,” ujar Koordinator Gong Kebyar Wanita Badung sekaligus Prajuru Desa Adat Ungasan, I Made Suada, S.Ag., M.Si.

Baca Juga:  Menyentuh dan Berkelas, “Kadga Maya” Persembahan Elegan Badung

Garapan kedua menampilkan tari kreasi “Tedung Jagat”, yang menggambarkan sosok pemimpin ideal—bijaksana dan mampu memberikan perlindungan serta rasa nyaman bagi rakyat. Tari ini merupakan karya cipta pada PKB ke-40 tahun 2018, dan kembali dihidupkan dalam konteks kekinian. “Tedung Jagat mencerminkan filosofi kepemimpinan Asta Brata,” jelas Suada.

Sebagai penutup, kelompok seni wanita ini membawakan Sandyagita berjudul “Jagat Hita”, sebuah persembahan vokal yang memadukan paduan suara Bali dengan tembang tradisional. Karya ini menyiratkan pentingnya keharmonisan dalam kehidupan sekala dan niskala, mengajak masyarakat menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati dalam interaksi sosial.

Baca Juga:  Bandara Ngurah Rai Siap Layani Lonjakan Penumpang Saat Libur Nataru

Suada menambahkan, keikutsertaan Karang Asti Komala di PKB kali ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan penuh dari Pemkab Badung serta Desa Adat Ungasan. Sekaa ini melibatkan puluhan seniman muda dari 15 banjar yang ada di wilayah desa adat. “Para kelian banjar telah menggerakkan anak-anak muda untuk terlibat. Inilah hasil kerja kolektif yang kami banggakan,” ujarnya.

Sekaa Gong Karang Asti Komala sendiri merupakan kelompok seni binaan Desa Adat Ungasan yang terbentuk sejak awal 2000-an dan terus mengalami regenerasi. “Ini adalah kali kedua kami tampil mewakili Badung di PKB. Yang kita lihat malam ini adalah hasil proses panjang dan regenerasi yang sehat,” imbuh Suada.

Baca Juga:  Pemkab Badung Genjot Beasiswa, Targetkan SDM Unggul & Berdaya Saing

Apresiasi juga disampaikan Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa, yang menilai keterlibatan perempuan dalam panggung budaya seperti ini merupakan bentuk nyata pemberdayaan dan pelestarian adat Bali.

“Kami ingin perempuan mendapat ruang dan peran aktif, tidak hanya dalam budaya tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Inilah bentuk motivasi kami agar setiap generasi siap tampil kapan pun dibutuhkan,” pungkas Disel Astawa. (r)