07/01/2026

Ricuh di Bandara Ngurah Rai, Citra Bali Tercoreng

 Ricuh di Bandara Ngurah Rai, Citra Bali Tercoreng

Keributan antara pengemudi transportasi darat dan petugas keamanan pecah di area Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jumat malam (22/8). Aksi saling dorong hingga pemukulan sempat terjadi dan terekam video hingga viral di media sosial.

MANGUPURA (Dewannews,com) – Keributan antar pengelola transportasi darat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jumat (22/8) malam, kembali mencoreng citra pariwisata Bali sebagai destinasi dunia. Peristiwa yang melibatkan pengemudi transportasi Lohjinawi dan Grab itu berujung pada aksi saling dorong hingga pemukulan, bahkan seorang petugas keamanan bandara turut menjadi korban.

Video keributan yang beredar luas di media sosial memperlihatkan situasi chaos di kawasan bandara, salah satu objek vital nasional yang seharusnya steril dari konflik. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik atas kinerja PT Angkasa Pura Indonesia dalam menjaga keamanan bandara yang menjadi pintu gerbang utama wisatawan ke Bali.

Baca Juga:  Mahasiswa Arsitektur Unwar Raih Gold Award Asia Young Designer Award 2024/2025

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia, Ahmad Syaugi Shahab, mengakui keributan dipicu dinamika antar dua pengelola transportasi darat. Pihaknya bersama Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang terdiri atas Polres Kawasan Bandara, TNI AU, dan Airport Security langsung melakukan pengamanan. Namun, situasi sempat tak terkendali hingga terjadi kekerasan terhadap petugas keamanan.

“Video yang beredar hanya potongan akhir peristiwa. Tindakan petugas keamanan saat itu merupakan upaya pertahanan diri sekaligus mengamankan oknum pengemudi yang memperkeruh situasi,” jelas Ahmad dalam keterangannya, Sabtu (23/8).

Baca Juga:  Kerja Sama dengan Sakala Resort Sesuai Aturan, Pemkab Badung Buka Suara

Menurutnya, mediasi berhasil dilakukan hingga situasi kondusif kembali pada pukul 03.00 WITA. Pihak Angkasa Pura menegaskan bahwa operasional bandara tetap berjalan normal tanpa gangguan penerbangan maupun layanan penumpang.

Meski demikian, insiden tersebut bisa merusak kepercayaan wisatawan dan investor terhadap keamanan Bali. Bandara sebagai objek vital nasional seharusnya mendapat pengamanan ekstra ketat sebagaimana diamanatkan Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004.

Baca Juga:  Bandara Ngurah Rai Siap Layani Lonjakan Penumpang Saat Libur Nataru

PT Angkasa Pura Indonesia menyatakan akan tetap bersikap profesional dan mendorong pihak-pihak terkait menemukan solusi permanen agar konflik serupa tidak kembali terulang. Namun, publik kini menunggu langkah nyata dalam memperkuat sistem keamanan bandara agar citra Bali sebagai destinasi aman dan nyaman tidak kembali tercoreng. (jk)