01/03/2026

Tak Hanya Gaji! OJK Buka Peluang Investasi Pasar Modal untuk ASN

 Tak Hanya Gaji! OJK Buka Peluang Investasi Pasar Modal untuk ASN

Kepala OJK Provinsi Bali, Kristiantri Puji Rahayu. Foto : Hms OJK Bali

DENPASAR (Dewannews.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui program tematik Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK menargetkan pemanfaatan produk dan layanan pasar modal secara lebih luas di lingkungan pemerintah daerah Bali.

Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) serta mendukung pelaksanaan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) yang baru saja diluncurkan. Program ini bertujuan untuk mempercepat inklusi keuangan yang merata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:  Menuju Kampus Ramah Lingkungan, PLN Hadirkan SPKLU di Undiksha Singaraja

“Indeks literasi dan inklusi keuangan sektor pasar modal di Indonesia masih tergolong rendah. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 mencatat, literasi pasar modal hanya 17,78 persen dan inklusinya baru mencapai 1,34 persen,” ujar Kristrianti.

Sebagai langkah awal, OJK Bali bersama TPAKD Kabupaten Gianyar telah menggelar edukasi pasar modal bagi ASN Gianyar, bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia Wilayah Bali dan Mandiri Sekuritas. Program ini akan dilanjutkan ke seluruh kabupaten/kota di Bali sepanjang tahun 2025.

Baca Juga:  Kolaborasi Pertamina dan BRI Dorong UMKM Maju dalam Sosialisasi dan Pelatihan PUMK di Kabupaten Klungkung

Selain edukasi dasar, program ini akan diikuti dengan rangkaian pelatihan lanjutan seperti analisis dan mekanisme transaksi saham/reksa dana, pemahaman tentang IPO, securities crowdfunding, hingga kompetisi trading saham antar ASN di Provinsi Bali.

OJK berharap, melalui sinergi dengan TPAKD dan pelaku industri keuangan, ekosistem pasar modal di Bali semakin inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap investasi formal yang aman dan terjangkau. (r)