The Nusa Dua Jadi Pusat Dunia! Ini Fakta Menarik IFSC World Cup 2025
Ketua Umum FPTI Yenny Wahid (kiri) dan Direktur Komersil ITDC Troy Warokka (kanan) berbicara dalam konferensi pers menjelang IFSC World Cup 2025 di The Nusa Dua, Bali. Ajang panjat tebing kelas dunia ini akan digelar pada 2–4 Mei 2025 di Peninsula Island dan memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism unggulan.
THE NUSA DUA (Dewannews.com) – Kawasan The Nusa Dua, Bali, kembali mencuri perhatian dunia. Setelah sukses menggelar Adhyaksa Run 2025, kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) ini siap menjadi panggung bagi ajang olahraga bergengsi tingkat internasional: IFSC World Cup 2025, yang akan berlangsung pada 2–4 Mei 2025 di Peninsula Island.
Kompetisi panjat tebing dunia ini dipastikan akan menyedot perhatian ribuan pengunjung, atlet, dan media dari berbagai negara. The Nusa Dua dipilih berkat infrastrukturnya yang mumpuni dan reputasi kuat sebagai lokasi berbagai event global.
Direktur Komersil ITDC, Troy Warokka, menyatakan, “Terpilihnya The Nusa Dua sebagai venue utama IFSC World Cup 2025 adalah bukti nyata kesiapan kami menggelar event internasional. Ini juga menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi unggulan kelas dunia.”
Sebanyak enam hotel berbintang di dalam kawasan telah menyatakan dukungan penuh terhadap ajang ini dengan menyediakan akomodasi bagi peserta dan panitia. Diperkirakan sekitar 2.000–3.000 orang akan hadir selama penyelenggaraan, dengan target okupansi hotel mencapai 75%.
Secara statistik, The Nusa Dua mencatat performa positif sepanjang Triwulan I 2025, dengan rata-rata okupansi hotel mencapai 68,36%—lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Jumlah kunjungan wisatawan juga meningkat 15,32% menjadi 769.555 orang.
Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, turut mengapresiasi pemilihan lokasi ini. Menurutnya, “The Nusa Dua tak hanya menawarkan venue bertaraf internasional, tetapi juga lingkungan yang mendukung konsentrasi dan semangat juang para atlet. Ini momentum emas bagi promosi sport tourism dan panjat tebing Indonesia.”
IFSC World Cup 2025 diperkirakan membawa dampak ekonomi besar, dari peningkatan konsumsi wisatawan, okupansi tenant dan UMKM lokal, hingga aktivasi sektor transportasi serta logistik. ITDC juga memastikan pelibatan tenaga kerja lokal dari desa-desa sekitar untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.
Untuk kenyamanan pengunjung, ITDC telah menyiapkan sistem keamanan terpadu dan area parkir luas dengan kapasitas lebih dari 1.000 mobil dan 3.000 motor, termasuk fasilitas SPKLU di Central Parkir dan area Sogo, Bali Collection.
Dengan kehadiran ajang olahraga internasional ini, The Nusa Dua semakin mengukuhkan diri sebagai pusat kegiatan bertaraf dunia yang tak hanya memikat wisatawan, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional lewat sektor pariwisata olahraga. (r)
