Tingkatkan Standar Klinik Hewan, PKM Warmadewa Turun Tata Ruang Gatsu Veterinary
Tim PKM Universitas Warmadewa melakukan wawancara dan diskusi bersama dokter hewan serta staf Gatsu Veterinary Surgery di Denpasar sebagai bagian dari proses pemetaan kebutuhan ruang untuk peningkatan layanan klinik.
DENPASAR (Dewannews.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa melakukan pendampingan perencanaan tata ruang di Gatsu Veterinary Surgery, Denpasar, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan hewan dan efektivitas operasional klinik. Program ini digagas untuk menjawab sejumlah persoalan tata ruang yang selama ini menghambat optimalisasi layanan.
Ketua Tim PKM Universitas Warmadewa, Cokorda Istri Arina Cipta Utari, S.T., M.Ars., menjelaskan bahwa program ini berangkat dari kondisi ruang klinik yang belum tertata sesuai alur pelayanan medis hewan kecil.
“Gatsu Veterinary Surgery sudah melayani banyak pemilik hewan di Denpasar, namun pemanfaatan ruangnya belum efektif. Penataan ruang perlu disesuaikan dengan standar medis, kenyamanan psikologis hewan, serta pencegahan infeksi silang,” jelasnya.
Ia menguraikan bahwa beberapa masalah utama yang ditemukan meliputi pemanfaatan ruang yang belum optimal, alur pergerakan pasien hewan yang belum sistematis, serta belum tersedianya ruang pendukung seperti area observasi pasca operasi yang memadai.
“Penataan ruang yang tidak tepat dapat menghambat proses pelayanan, bahkan mempengaruhi keamanan pasien hewan maupun pemiliknya. Karena itu, pendampingan ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan mutu layanan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Arina memaparkan bahwa PKM ini dilaksanakan melalui empat tahapan. Tahap pertama adalah pengumpulan data melalui wawancara dengan pengelola, dokter hewan, staf klinik, hingga pemilik hewan untuk memperoleh gambaran kebutuhan ruang. Tahap kedua merupakan persiapan dan diskusi internal guna menyamakan persepsi antara tim dan pihak klinik. Tahap ketiga yaitu Focus Group Discussion (FGD) untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak terkait. Tahap terakhir adalah evaluasi dan penyusunan dokumen perencanaan tata ruang yang akan menjadi acuan dalam penataan Gatsu Veterinary Surgery.
Menurutnya, tujuan utama program ini adalah menciptakan tata ruang klinik yang efisien, aman, dan sesuai standar kesehatan hewan.
“Dengan perencanaan yang tepat, alur pelayanan akan lebih rapi, risiko infeksi silang dapat ditekan, dan kenyamanan pemilik hewan juga meningkat. Pada akhirnya, ini akan mendorong kualitas layanan Gatsu Veterinary Surgery menjadi lebih profesional,” katanya.
Arina juga menyampaikan harapannya melalui program ini.
“Kami berharap hasil perencanaan ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diterapkan sehingga klinik dapat berkembang menjadi fasilitas layanan kesehatan hewan yang lebih baik, modern, dan humanis bagi hewan serta pemiliknya,” ujarnya.
Program PKM ini turut melibatkan dua anggota tim, yaitu Anak Agung Bagus Bayu Anggawirya, S.Ars., M.Ars., dan I Gusti Agung Gede Nodya Dharmastika, S.T., M.T., yang berperan dalam analisis kebutuhan ruang dan penyusunan konsep desain.
Universitas Warmadewa menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan publik, termasuk sektor kesehatan hewan, melalui kegiatan pengabdian yang berbasis riset dan kebutuhan masyarakat. (r)
