03/11/2026

Topeng Suluh Badung Hidupkan Warisan Maestro Carangsari di Panggung PKB 2026

 Topeng Suluh Badung Hidupkan Warisan Maestro Carangsari di Panggung PKB 2026

Penampilan Topeng Suluh Duta Kabupaten Badung memukau penonton pada Rekasadana (Pergelaran) Kesenian Khas Kabupaten di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026, Jumat (26/6), di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar.

DENPASAR (Dewannews.com) – Duta Kabupaten Badung menghadirkan kekuatan seni tradisi melalui pementasan Topeng Suluh dalam Rekasadana (Pergelaran) Kesenian Khas Kabupaten pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (26/6). Garapan Sanggar Seni Waduk, Banjar Umakepuh, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi ini menjadi penghormatan kepada maestro topeng Bali asal Carangsari, I Gusti Ngurah Windia, yang mendedikasikan hidupnya bagi pelestarian seni topeng Bali.

Pementasan mengusung konsep Topeng Melampahan yang memadukan tari, tabuh gamelan, dialog, dan karakter topeng. Kisah yang diangkat menelusuri lahirnya Topeng Carangsari di Badung melalui tokoh ikonik Ni Luh Manik atau Tugek Carangsari, sosok perempuan bijaksana yang menyampaikan ajaran tattwa dan satua dengan balutan humor khas Bondres. Kehadiran Topeng Keras, Topeng Tua, dan Bondres memperkuat dramatika sekaligus menyampaikan pesan moral yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Puncak HUT Ke-16 Kota Mangupura: Adi Arnawa Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Badung

Koordinator pementasan, Ida Pandita Empu Putra Maha Agung Parama Nirvana Biru Daksa, mengatakan karya tersebut lahir sebagai bentuk penghormatan kepada para maestro yang telah menjadi fondasi identitas kesenian Badung. Menurutnya, pementasan ini juga menjadi upaya memperkenalkan sejarah Topeng Carangsari kepada generasi muda.

“Topeng Suluh menceritakan asal-usul lahirnya Topeng Carangsari di Badung. Kami ingin generasi muda berkiblat kepada para senior dan maestro yang telah mewariskan kekayaan seni. Berkarya boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan pernah melupakan sejarah dan akar budaya yang menjadi identitas setiap daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Adi Arnawa: Badung Siap Kawal Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045

Ia menambahkan, proses penggarapan berlangsung selama sekitar empat bulan, mulai dari penyusunan struktur dramatik, koreografi, hingga penyelarasan setiap adegan dengan karakter topeng. Badung, kata dia, memiliki kekayaan seni tradisi seperti topeng, wayang, dan gambuh yang harus terus dijaga sebagai sumber inspirasi lahirnya karya-karya baru. Sejalan dengan tema PKB 2026, Atma Kerthi, Topeng Suluh menjadi refleksi pemuliaan jiwa melalui pengabdian, ketulusan, dan kecintaan terhadap seni budaya.

Selain menampilkan Topeng Suluh, Duta Kabupaten Badung juga mempersembahkan Tabuh Kreasi Pepanggulan “Arutala” garapan I Made Pande Yoga Pranata, S.Sn. Karya tersebut menggambarkan sosok yang menjadi cahaya bagi sekitarnya serta dipersembahkan sebagai ungkapan terima kasih kepada para guru yang dengan tulus membentuk karakter generasi muda. Melalui komposisi tabuh kreasi pepanggulan, “Arutala” mengajak masyarakat memaknai kehidupan dengan menjadi terang, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi sesama. (r)