Unwar Dampingi UMKM Wayang Kulit Go Digital
Tim Universitas Warmadewa menyerahkan bantuan mesin laser cutting kepada pengrajin wayang kulit Bapak Purwa Yasa di Mambal, Abiansemal, Kabupaten Badung, sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan memperkuat pencatatan keuangan dan pemasaran digital UMKM berbasis budaya.
MANGUPURA (Dewannews.com) – Upaya pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan UMKM terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Kali ini, tim dosen Universitas Warmadewa (Unwar) menggandeng pengrajin wayang kulit tradisional di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada penguatan manajemen keuangan dan pemasaran digital.
Tim pengabdian yang terdiri dari Ita Sylvia Azita Azis, SE., M.Si, I B Komang Suarka, SE., MM, dan Ida Ayu Sri Meitri, SE., M.Agb, mendampingi langsung pelaku usaha lokal seperti Bapak Purwa Yasa, pengrajin wayang kulit di Mambal, Abiansemal, yang masih mempertahankan metode produksi tradisional.
“Banyak pelaku UMKM belum melakukan pencatatan keuangan secara sistematis. Ini menyulitkan mereka dalam mengatur arus kas, menentukan harga jual, dan mengakses pembiayaan,” ujar Ita Sylvia Azita Azis, koordinator tim pengabdian.
Melalui pelatihan intensif, para pengrajin dibekali keterampilan pencatatan keuangan sederhana berbasis teknologi, seperti Microsoft Excel dan aplikasi pencatatan digital. Selain itu, tim juga memberikan edukasi strategi pemasaran melalui media sosial, termasuk Instagram, Facebook, dan TikTok.
Tak hanya pelatihan, tim juga menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin laser cutting guna mendukung efisiensi dan kualitas produksi wayang kulit. Serah terima dilakukan langsung oleh ketua tim di lokasi usaha milik Bapak Purwa Yasa.
“Dengan alat modern ini, kami harap proses pemotongan dan pengukiran kulit menjadi lebih presisi dan efisien, tanpa menghilangkan nilai seni tradisional Bali,” kata Bu Ita.
I B Komang Suarka menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan mendorong para pengrajin agar tetap menjaga keunikan seni ukiran Bali, sambil beradaptasi dengan teknologi.
Program ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Warmadewa sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Para mahasiswa terlibat langsung dalam pendampingan, pelatihan, dan dokumentasi aktivitas usaha mitra.
“Selain menjawab kebutuhan mitra UMKM, program ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam berkontribusi ke masyarakat,” jelas Ida Ayu Sri Meitri.
Digitalisasi pemasaran menjadi salah satu fokus utama agar produk wayang kulit dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik lokal, nasional, maupun internasional. Pengrajin juga diedukasi mengenai perilaku konsumen digital dan pentingnya konten visual untuk memperkuat citra produk budaya.
Kegiatan ini mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama keterlibatan dosen dan mahasiswa di luar kampus serta kolaborasi dengan dunia usaha. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Warmadewa dalam membangun ekowisata dan ekonomi digital berbasis budaya Bali.
Dengan sinergi antara akademisi dan pelaku usaha lokal, kerajinan wayang kulit Abiansemal diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan, mandiri secara finansial, serta tetap mengakar pada nilai-nilai budaya luhur Bali. (r)
