Ribuan Pelari dari 62 Negara Ramaikan myBCA BTR Ultra 2026, Panitia Sayangkan Sampah di Jalur Lomba
Ribuan peserta myBCA BTR Ultra 2026 mendaki jalur perbukitan berkabut di kawasan Gunung Batur, Kintamani, Bangli, Minggu (17/5).
BANGLI (Dewannews.com) – Event lari lintas alam bertajuk myBCA Bali Trail Running (BTR) Ultra 2026 sukses digelar di kawasan Gunung Batur, Kintamani, Bangli pada 15–17 Mei 2026. Ajang internasional yang dipusatkan di Batur Natural Hot Spring itu berhasil menarik total 5.916 peserta dari 62 negara.
Tahun ini, antusiasme peserta meningkat signifikan. Jumlah pelari tercatat naik sekitar 47 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Para peserta mengikuti berbagai kategori yang diperlombakan, mulai dari 7K, 7K Kids, 18K, 30K, 60K hingga kategori ekstrem 100K ultra yang melintasi jalur black lava dan kawasan pegunungan Batur.
Tak hanya menjadi ajang olahraga internasional, event ini juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Tingkat hunian hotel di kawasan Kintamani meningkat selama pelaksanaan acara, begitu pula perputaran ekonomi UMKM lokal mulai dari kuliner, penginapan, transportasi hingga produk kerajinan masyarakat sekitar.
Namun di tengah kesuksesan penyelenggaraan, panitia menyoroti persoalan sampah yang masih ditemukan di sepanjang jalur lomba. Sejumlah botol minuman dan sampah bekas konsumsi peserta terlihat tercecer di beberapa titik lintasan trail.
Sekretaris Bali Trail Running (BTR), Kadek Darma Susila mengatakan panitia sebenarnya telah menyiapkan sistem pengelolaan sampah di area race venue maupun water station (WS) dengan melibatkan komunitas lingkungan dan petugas kebersihan.
“Kalau di pos, water station, maupun race venue pasti langsung kami bersihkan. Kami juga bekerja sama dengan ACS untuk penanganan sampah selama event berlangsung,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyayangkan masih adanya sebagian runner yang kurang peduli terhadap kebersihan jalur dengan membuang botol sisa minuman sembarangan di sepanjang rute perlombaan.
Menurutnya, semangat menjaga alam harus menjadi bagian penting dalam olahraga trail running, terlebih lintasan berada di kawasan geopark dan destinasi wisata alam yang menjadi kebanggaan Bali.
“Dalam waktu dekat panitia akan kembali menyisir seluruh rute race untuk membersihkan jalur. Bagi masyarakat maupun komunitas yang ingin ikut bergabung sangat kami perbolehkan. Mari kita jaga bumi dan tempat bermain kita ini bersama-sama,” tegas Kadek Darma Susila.
Ia menambahkan, penyelenggara akan terus melakukan evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan event di tahun-tahun mendatang, termasuk memperkuat edukasi kepada peserta terkait kepedulian lingkungan selama race berlangsung.
Selain itu, panitia juga akan melibatkan semakin banyak peran serta masyarakat di kawasan yang menjadi rute BTR Ultra, baik dalam pengawasan jalur, pengelolaan sampah, hingga mendukung keberlangsungan event agar tetap memberi manfaat bagi masyarakat lokal sekaligus menjaga kelestarian alam Kintamani dan Gunung Batur. (jk)
