02/11/2026

Universitas Warmadewa Perkuat Daya Saing UMKM Kuliner Pantai Lebih melalui Digitalisasi

 Universitas Warmadewa Perkuat Daya Saing UMKM Kuliner Pantai Lebih melalui Digitalisasi

Tim dosen Universitas Warmadewa bersama perwakilan UMKM Kuliner Pantai Lebih, Gianyar, usai kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) terkait pendampingan penyusunan laporan keuangan sederhana dan implementasi pemasaran digital. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial, pemanfaatan teknologi digital, serta daya saing pelaku UMKM kuliner di kawasan wisata Pantai Lebih. (Istimewa)

GIANYAR (Dewannews.com) – Tim dosen Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana dan Implementasi Pemasaran Digital pada UMKM Kuliner Pantai Lebih Gianyar sebagai upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata kuliner Pantai Lebih, Kabupaten Gianyar, tersebut dipimpin oleh Ni Made Santini, SE., M.Agb. bersama tim dosen lintas bidang keahlian yang meliputi manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan manajemen operasional.

Program pendampingan menyasar Kelompok UMKM Kuliner Pantai Lebih yang diketuai Ni Wayan Sri Murtini. Kelompok ini dikenal sebagai pelaku usaha yang menyajikan berbagai olahan ikan dan seafood khas Pantai Lebih yang menjadi salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Gianyar.

Baca Juga:  Rasniathi: Guru PAUD Harus Mengajar dengan Bahagia Tanpa Tekanan

Ni Made Santini menjelaskan, kegiatan PKM ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian tim dosen Universitas Warmadewa terkait transformasi digital UMKM makanan di kawasan Pantai Lebih.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha memiliki produk yang berkualitas dan pelanggan yang loyal. Namun, masih banyak yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan usaha serta belum memanfaatkan pemasaran digital secara optimal,” ujarnya.

Menurut Santini, lemahnya pencatatan keuangan membuat sebagian pelaku UMKM kesulitan mengetahui kondisi usaha secara menyeluruh, termasuk dalam menghitung laba rugi dan merancang strategi pengembangan bisnis.

Baca Juga:  FEB Unwar: Kampus Favorit dengan Program Studi Unggulan dan Fasilitas Modern!

Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai pencatatan transaksi harian, pengelolaan arus kas, penyusunan laporan laba rugi sederhana, hingga pemanfaatan data keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan usaha.

Selain penguatan aspek keuangan, para pelaku UMKM juga dibekali pengetahuan mengenai pemasaran digital melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok untuk memperluas jangkauan pasar.

Untuk mendukung digitalisasi usaha, tim pengabdian turut menggandeng LUNAPOS sebagai mitra teknologi. Para peserta diperkenalkan dengan aplikasi kasir digital yang dapat membantu pencatatan transaksi secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

Baca Juga:  dr. Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Resmi Sandang Gelar Doktor Ilmu Biomedis

“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga mampu memahami kondisi keuangan usahanya. Dengan begitu mereka dapat mengambil keputusan yang tepat serta menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Santini.

Sementara itu, Ketua Kelompok UMKM Kuliner Pantai Lebih, Ni Wayan Sri Murtini, mengapresiasi program pendampingan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha.

“Kegiatan ini sangat membantu kami, khususnya dalam memahami pentingnya pencatatan keuangan yang tertib dan penggunaan teknologi digital untuk mendukung operasional usaha. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Universitas Warmadewa Gelar CAITEC 2026, Dorong Inovasi Pertanian dan Ekowisata Berkelanjutan

Ia berharap pendampingan serupa dapat terus berlanjut sehingga kapasitas pelaku UMKM semakin meningkat dan mampu bersaing di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan mitra teknologi, Universitas Warmadewa berharap tercipta ekosistem usaha yang lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM kuliner di kawasan wisata Pantai Lebih sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (r)