17/01/2026

Bangkal Ganas Ingatkan Ancaman Hama & Kapitalisasi Sawah

 Bangkal Ganas Ingatkan Ancaman Hama & Kapitalisasi Sawah

Penari Komunitas Seni Bangkal Ganas menampilkan ritual Nangluk Merana dalam Parade Nglawang PKB XLVII di Taman Budaya Denpasar, Kamis (17/7).

DENPASAR (Dewannews.com) — Suasana mistis menyelimuti Taman Budaya Denpasar, Kamis (17/7), saat Komunitas Seni Bangkal Ganas dari Banjar Sakenan Belodan, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, tampil sebagai duta Kabupaten Tabanan dalam Parade Nglawang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII.

Mengangkat garapan berjudul Nangluk Merana, Bangkal Ganas menyuguhkan kisah perjuangan petani menjaga sawah warisan leluhur di tengah serbuan hama dan derasnya godaan kapitalisasi lahan.

Baca Juga:  Rankerda Partai Buruh, Solid Menangkan Koster - Giri

Ketua Komunitas Seni Bangkal Ganas, I Gede Agustina Yoga Putra, S.Pd., menjelaskan, Nangluk Merana berarti menaklukkan atau mengendalikan marabahaya. Dalam tradisi Hindu Bali, ritual ini dilakukan untuk memohon keselamatan dari serangan hama, wabah penyakit, maupun bencana alam.

“Karya ini kami angkat karena realitas di Tabanan yang kami lihat sendiri. Banyak petani frustrasi akibat gagal panen karena tikus, wereng, dan hama lain. Bahkan ada yang terpaksa menjual sawah warisan karena hasil panen tak menutupi biaya perawatan,” ujar Yoga Putra.

Baca Juga:  Seluruh Fraksi Setujui Perubahan KUA dan PPAS Kota Denpasar TA. 2024

Garapan ini menceritakan dilema para petani antara mempertahankan tanah warisan keluarga atau menjualnya kepada para calo dan investor. Di tengah keputusasaan, pekaseh (pimpinan subak) menghadap Ida Cokorda Tabanan untuk memohon restu menggelar yadnya Nangluk Merana, upacara yang sempat terlupakan.

Prosesi diawali dengan ngelawang tapakan dan mepinunas di Pura Pakendungan untuk memohon perlindungan dan meredakan serangan hama. Konon, ketika Ida Cokorda tedun(turun) ke sawah, hama tikus dipercaya akan lenyap.

Baca Juga:  Bali Bakal Lepas dari Ketergantungan Listrik Jawa? Ini Langkah Gubernur Koster!

Melalui penampilan ini, Bangkal Ganas ingin menyuarakan pentingnya gotong royong, kekuatan adat, serta keberlanjutan budaya dan alam Bali di tengah arus modernisasi.

“Kami berharap generasi muda kembali menghargai ritual-ritual adat seperti ini. Jangan sampai sawah tinggal kenangan karena kita lalai menjaganya,” tegas Yoga Putra.

Baca Juga:  Tabanan Gulirkan Inovasi “Teba Modern” Sambut HUT ke-80 RI

Parade Nglawang menjadi salah satu agenda favorit di PKB karena memadukan kreativitas seni tradisi dengan nilai spiritual, kritik sosial, dan refleksi budaya. Kehadiran duta Tabanan tahun ini sekaligus membuktikan komitmen seniman muda dalam menjaga seni dan tradisi Bali agar tetap ajeg di tengah tantangan zaman. (jk)