03/11/2026

Alas Sangeh Jadi Inspirasi Karya Memukau Gargita Santhi di PKB 2026

 Alas Sangeh Jadi Inspirasi Karya Memukau Gargita Santhi di PKB 2026

TARIAN INOVATIF – Penari membawakan garapan tari inovatif dengan ekspresi dan koreografi yang memukau saat tampil pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Senin (22/6/2026).

DENPASAR (Dewannews.com) – Sanggar Seni Gargita Santhi dari Banjar Pacung, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, tampil memukau sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Rekasadana (Pergelaran) Gambelan Inovatif pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Angsoka, Denpasar, Senin (22/6/2026). Penampilan mereka berhasil mengundang decak kagum penonton melalui perpaduan gamelan Bali, unsur modern, serta pesan kuat tentang pelestarian alam.

Mengusung spirit Alas Sangeh, sanggar ini membawakan tiga karya bertajuk Tri Paiketan, Sang-Ngeh, dan Tapa Rare. Ketiga garapan tersebut terinspirasi dari kearifan lokal Hutan Sangeh, mulai dari harmoni hubungan manusia dengan alam, kisah magis asal-usul kawasan hutan, hingga perjalanan spiritual yang sarat nilai filosofis.

Baca Juga:  Bupati Badung Hadir di Upacara Yadnya Desa Adat Pangsan

Karya Tri Paiketan menampilkan pesan tentang keseimbangan jiwa, alam, dan spiritualitas yang diwujudkan melalui gerak tari serta narasi gerong bertema pelestarian lingkungan. Sementara Sang-Ngeh menghadirkan nuansa mistis melalui perpaduan gamelan Bali dengan instrumen modern seperti bass dan erhu. Adapun Tapa Rare mengangkat makna pengendalian diri dan kreativitas generasi muda melalui komposisi musikal yang inovatif.

Koordinator seni Sanggar Gargita Santhi, Robert Brosnan, mengatakan proses persiapan pertunjukan berlangsung selama tiga bulan dengan melibatkan penabuh, penari, dan vokalis. Tantangan terbesar, menurutnya, adalah menyelaraskan jadwal latihan yang bertepatan dengan rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan. “Persiapan dalam proses ini tiga bulan. Yang paling susah itu untuk klop-nya karena kebentur hari raya sehingga jadwal latihan kadang bolong,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Reward Akta Kematian, Ringankan Biaya Ngaben

Robert menjelaskan konsep yang diangkat berfokus pada potensi lokal Alas Sangeh yang relevan dengan tema PKB tahun ini. “Itu yang saya angkat karena tidak jauh dari konsep Atma Kerthi sekarang dalam PKB 2026 ini,” katanya. Ia menambahkan, keresahan terhadap persoalan sampah juga menjadi alasan utama mengangkat tema alam dalam pertunjukan tersebut.

Sementara itu, Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Badung, I Made Adi Adnyana, mengapresiasi kreativitas generasi muda dalam mengembangkan seni tradisi melalui gamelan inovatif. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Badung terus memberikan dukungan kepada para seniman untuk berkarya di PKB. Ia menilai karya yang ditampilkan Sanggar Gargita Santhi sangat selaras dengan tema PKB 2026, Jana Kerthi: Jiwa Saking Paripurna, karena menggali dan mengangkat kearifan lokal Desa Sangeh. (r)