26/04/2026

Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Energi, PLN Siapkan Tambahan Listrik 20 MW untuk Bali

 Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Energi, PLN Siapkan Tambahan Listrik 20 MW untuk Bali

Petugas PLN sedang melakukan kegiatan pendampingan dan supervisi energize kabel PLTD Sewa Bali Tahap III GI Kubu.

DENPASAR (Dewannews.com) – Untuk memastikan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat Bali, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali melaksanakan proses backfeeding  atau uji pemberian tegangan pada fasilitas PLTD Sewa Bali Tahap III berkapasitas 20 megawatt (MW) di Gardu Induk Kubu.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam pengoperasian pembangkit tambahan yang dirancang untuk memperkuat sistem kelistrikan Bali. Tambahan pasokan ini sangat dibutuhkan seiring meningkatnya konsumsi listrik, khususnya menjelang periode aktivitas pariwisata yang semakin padat, pertumbuhan usaha lokal, serta kebutuhan listrik masyarakat sehari-hari.

Baca Juga:  OJK: Perbankan Tangguh Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Tahapan Pengujian Dilakukan Secara Bertahap dan Aman

Sebelum pembangkit beroperasi penuh, PLN melakukan serangkaian pengujian teknis secara cermat dan terukur.

Tahap awal dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh instalasi kelistrikan, termasuk peralatan pengaman dan sistem kontrol, guna memastikan semua komponen siap dan aman untuk diberi tegangan.

Selanjutnya dilakukan proses backfeeding, yaitu pemberian tegangan awal dari gardu induk menuju sistem pembangkit. Pada tahap ini, petugas memantau kondisi kelistrikan seperti tegangan, arus, dan frekuensi untuk memastikan sistem bekerja normal tanpa gangguan.

Baca Juga:  PLN Perkuat Audit Internal untuk Akselerasi Transisi Energi

Tahap berikutnya adalah pengujian sistem pengaman. Uji ini bertujuan memastikan mekanisme proteksi berfungsi dengan baik jika terjadi gangguan, sehingga dapat melindungi peralatan dan menjaga keandalan sistem secara keseluruhan.

Setelah itu, pembangkit disinkronkan dengan sistem kelistrikan Bali. Proses ini memastikan kesesuaian parameter listrik sebelum daya tambahan disalurkan ke jaringan. Sinkronisasi yang tepat menjadi kunci agar penambahan pasokan listrik berjalan stabil dan aman.

Jika seluruh tahapan dinyatakan memenuhi standar operasional dan keselamatan, pembangkit akan dioperasikan secara bertahap hingga masuk ke kondisi operasi normal.

Baca Juga:  5 Must-Try Ways to Celebrate Christmas & New Year’s Eve with Family in Kuta, Bali

Dukung Keandalan Listrik untuk Aktivitas Bali

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menjelaskan bahwa proses backfeeding merupakan tahapan penting yang tidak bisa dilewati.

“Proses ini memastikan seluruh sistem pembangkit dan jaringan benar-benar aman sebelum digunakan secara penuh. Tambahan daya 20 MW ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan listrik Bali tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” jelasnya.

Baca Juga:  PLN Gencarkan Edukasi Listrik Aman di Sekolah-Sekolah Selama Bulan K3 Nasional

Ia menambahkan, tambahan pasokan listrik ini akan memperkuat cadangan daya dan memberikan fleksibilitas dalam pengoperasian sistem.

“Dengan sistem yang lebih kuat, PLN dapat menjaga pasokan listrik tetap stabil bagi rumah tangga, pelaku usaha, sektor pariwisata, hingga fasilitas pelayanan publik. Ini penting agar aktivitas masyarakat Bali dapat berjalan nyaman dan lancar,” tambah Petrus.

Baca Juga:  ITDC Bangun Retreat & Sport Lifestyle Hub Kelas Dunia di Mandalika

Komitmen PLN untuk Listrik Andal dan Berkelanjutan

Pelaksanaan pengujian ini menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan infrastruktur yang semakin kuat, potensi gangguan dapat ditekan sehingga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di Bali.

PLN UP2D Bali memastikan seluruh proses dilakukan sesuai standar teknis dan keselamatan kerja. Upaya ini menjadi bagian dari langkah jangka panjang PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bali serta memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat. (r)