02/11/2026

Bali Hijau 2029, PLN Siapkan Action Plan Kendaraan Listrik

 Bali Hijau 2029, PLN Siapkan Action Plan Kendaraan Listrik

Foto bersama Direksi dan Management PLN dengan Gubernur dan pejabat dinas provinsi Bali usai audensi.

DENPASAR (Dewannews.com) – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya mendukung visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Komitmen tersebut disampaikan Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, dalam audiensi bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, Sabtu (24/1).

Adi menyampaikan bahwa PLN telah menyiapkan _action plan_ terpadu untuk mewujudkan visi Bali tersebut pada periode 2028/2029, dengan pendekatan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Hari Listrik Nasional ke-79, Dirut PLN Tegaskan Komitmen sebagai Fondasi Pembangunan Nasional

PLN tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi membangun ekosistem kendaraan listrik secara utuh. Pihaknya menyiapkan rencana aksi yang terintegrasi mulai dari penyediaan SPKLU di titik-titik strategis, penguatan layanan pengisian cepat dan ultra cepat, hingga edukasi manfaat ekonomi kendaraan listrik agar masyarakat benar-benar merasakan langsung keuntungannya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan SPKLU di Bali akan difokuskan pada pusat-pusat pariwisata dan koridor mobilitas utama guna memastikan keandalan layanan pengisian daya. Menurutnya, keandalan infrastruktur menjadi kunci agar kendaraan listrik tidak lagi dipersepsikan sebagai kendaraan kedua, melainkan sebagai moda transportasi utama yang aman dan nyaman digunakan masyarakat.

Baca Juga:  Satgas PASTI Bongkar Dugaan Penipuan Investasi CANTVR dan YUDIA

Ke depan, kapasitas SPKLU akan ditingkatkan melalui pengembangan _Fast Charging_ dan _Ultra Fast Charging_, terutama untuk mendukung mobilitas tinggi, transportasi umum, dan kebutuhan sektor pariwisata. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran jarak tempuh serta keterbatasan akses pengisian kendaraan listrik.

Adi juga menekankan bahwa keberhasilan adopsi kendaraan listrik tidak dapat bergantung pada insentif semata. Menurutnya, transisi energi membutuhkan kebijakan jangka panjang yang konsisten, ekosistem yang kuat, serta pemahaman publik terhadap nilai ekonomi kendaraan listrik.

Baca Juga:  PLN Dorong UMKM Perempuan Binaan Rumah BUMN Denpasar Unjuk Gigi di Tingkat Nasional

Yang didorong PLN adalah perubahan cara pandang masyarakat terhadap kendaraan listrik sebagai solusi transportasi yang lebih efisien secara biaya, lebih bersih, dan lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, edukasi publik menjadi bagian penting dari action plan PLN.

Sebagai tahap awal, PLN akan memfokuskan program adopsi kendaraan listrik pada kelompok pengguna yang dapat dibina secara terstruktur, seperti aparatur sipil negara dan pegawai PLN. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik melalui keteladanan langsung.

Baca Juga:  PLN Dukung Penuh Kontingen Shorinji Kempo Bali Berlaga di PON XXI Aceh – Sumut 2024

Melalui penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari oleh ASN dan pegawai PLN, masyarakat diharapkan dapat melihat secara nyata bahwa kendaraan listrik layak, efisien, dan aman digunakan.

Pendekatan berbasis keteladanan tersebut dinilai relevan seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di Bali. Tren ini tercermin dari pertumbuhan jumlah kendaraan listrik yang terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:  PLN Raih Green Business Ratings Terbaik di Sektor Energi dan Pertambangan pada Green Economic Forum 2024

Dalam pertemuan sebelumnya dengan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, disampaikan bahwa hingga akhir 2025 jumlah kendaraan listrik di Bali telah mencapai sekitar 12.800 unit. Kondisi ini menegaskan kebutuhan akan infrastruktur pengisian yang semakin andal, merata, dan mampu mengimbangi laju pertumbuhan pengguna.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa kebijakan percepatan penggunaan kendaraan listrik bukan sekadar respons terhadap tren, melainkan bagian dari arah pembangunan Bali jangka panjang yang berpijak pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Baca Juga:  Dirut PLN Berbagi Kunci Sukses Perseroan Jalankan Transformasi Bisnis

Penggunaan kendaraan listrik dinilai sejalan dengan upaya menjaga alam Bali tetap bersih, sehat, dan bebas polusi, sekaligus mendorong efisiensi energi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik bukan hanya agenda lingkungan, tetapi bagian dari strategi pembangunan ekonomi dan pariwisata Bali yang berkelanjutan untuk menjaga daya saing daerah di masa depan.

Baca Juga:  Pascasarjana Unwar dan PERADI-SAI gelar SemNas Perlindungan Hukum Terhadap Korban Penyalahgunaan Data Pribadi

Audiensi ini menandai penguatan sinergi antara PLN dan Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan, terencana, dan konsisten, sebagai bagian dari transformasi energi bersih nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian Bali. (r)