Bayung Bidak hingga Jong Jang Sir, Duta Badung Tampil Memesona di PKB 2026
Anak-anak Duta Kabupaten Badung menampilkan Tari Dolanan Jong Jang Sir pada Parade Gong Kebyar Anak-anak dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (26/6/2026).
DENPASAR (Dewannews.com) – Duta Kabupaten Badung yang diwakili Sanggar Tari dan Tabuh Rajapala Banjar Basangkasa, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, tampil memukau dalam Utsawa atau Parade Gong Kebyar Anak-anak pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (26/6). Penampilan yang berlangsung bersama duta Kabupaten Gianyar itu mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.
Penampilan Duta Badung turut disaksikan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa, Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, Sekretaris Daerah Badung Ida Bagus Surya Suamba, jajaran perangkat daerah, serta anggota DPRD Badung. Duta Badung membawakan tiga materi garapan, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan Bayung Bidak, Tari Kreasi Adnyaswari, dan Tari Dolanan Jong Jang Sir. Ketiga penampilan tersebut menuai tepuk tangan meriah dari penonton.
Konseptor sekaligus penggarap Sanggar Tari dan Tabuh Rajapala, I Made Ariawan, menjelaskan bahwa Bayung Bidak mengangkat makna keseimbangan batin dan arah spiritual dalam perjalanan hidup manusia. “Bayung berarti penyeimbang dan bidak atau layar sebagai penentu arah menjadi dua poros utama, keseimbangan batin dan arah spiritual yang menuntun perjalanan sejak mula,” ujarnya. Menurutnya, karya tersebut terinspirasi dari simbol miniatur jukung sebagai wahana perjalanan jiwa menuju harmoni semesta dalam konsep Atma Kerthi.
Ariawan menambahkan, Tari Kreasi Adnyaswari merupakan tari penyambutan yang menggambarkan keramahan perempuan Bali dalam menyambut tamu. “Tari Adnyaswari identik dengan permainan tangan sebagai simbol selamat datang dan permainan sampur yang memperlihatkan kesiapan serta kecantikan penari dalam menyambut tamu,” katanya. Tari ini merupakan karya ciptaan Dr. Ida Ayu Wimba Ruspawati dengan iringan gamelan gong kebyar garapan almarhum I Wayan Sinti.
Sementara itu, Tari Dolanan Jong Jang Sir mengangkat filosofi jukung kecil yang digunakan dalam upacara Ngangkid sebagai simbol perjalanan hidup manusia. “Perahu kecil ini bagaikan sebuah perjalanan hidup yang mengarungi luasnya samudra kehidupan. Bukan sekadar permainan atau sarana upacara, tetapi menjadi wadah harapan dan pesan kehidupan,” tutur Ariawan. Ia menjelaskan, garapan tersebut mengajak masyarakat memaknai Atma Kerthi sebagai upaya menjaga kesucian jiwa sejak usia dini.
Ariawan mengungkapkan, proses persiapan garapan telah dimulai sejak Maret 2026. Ia berharap pesan yang diangkat melalui ketiga karya dapat diterima penonton sekaligus memperkuat tema PKB tahun ini. “Atma Kerthi bukan semata tentang perjalanan kematian, tetapi bagaimana kita memelihara dan menyucikan atman dalam diri agar sejak kecil memiliki pegangan hidup yang baik,” pungkasnya. (r)
