22/02/2024
22/02/2024

Berstatus DPO, Divhubinter Polri Buru Persembunyian Bos Ri-Yaz Datuk Shaheen

 Berstatus DPO, Divhubinter Polri Buru Persembunyian Bos Ri-Yaz Datuk Shaheen

Dewannews.com-Denpasar. Kepolisian Daerah (Polda) Bali kini terus memburu dan menyelidiki keberadaan dua pria asal Malaysia dan Inggris yang kini berstatus Red Notice Polda Bali tersebut. Keduanya yakni founding Father Ri-Yaz Group Malaysia, Mohammed Shaheen Shah Bin Mohd Sidek alias Datuk Seri Mohd Shaheen (48 tahun) bersama Chief Executive Officer (CEO) Ri-Yaz Development yakni Kieran Chris Healey (56 tahun).

Bahkan beberapa langkah telah dilakukan Polda Bali untuk mencari tahu keberadaan dua orang WNA, diduga kabur ke Luar Negeri membawa uang milik PT Golden Dewata Rp 89. 824. 516. 520. Polda Bali juga telah berkoordinasi dengan bersurat ke beberapa pihak dan salah satunya menyurati Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Selatan.

Beberapa waktu lalu, selain Dubes Malaysia di Ibu Kota, Polda Bali juga telah mengirimkan surat juga kepada Polis Diraja Malaysia. Hal ini telah sesuai dengan prosedur, sebab ada warga Negara Malaysia yang masuk dalam Wanted Polda Bali terkait dugaan Tindak Pidana Penipuan Dalam Jabatan, dan atau Penipuan juga Penggelapan, sebagai mana dimaksud dalam pasal 374 KUHP atau 378 KUHP dan 372 KUHP.

Selain itu disertakan pula data, foto, identitas, termasuk ciri-ciri, seperti, WNA Malaysia, memiliki tinggi badan 178 cm, berat badan 70 kg, rambut bergelombang, tapi menjadi lurus kalau pakai minyak rambut. Serta memiliki mata berwarna cokelat dengan kulit kuning langsat. Bentuk wajah oval, hidung mancung, sering berpakaian lengan panjang dan memakai jas. Pria asing ini memiliki cara berjalan pelan karena lututnya pernah dioperasi tahun 2010.

Untuk ciri-ciri dari lelaki Inggris, tinggi badan 185 cm, berat badan sekitar 100 kg, rambut berwarna putih atau beruban. Memiliki kebotakan di bagian kepala atas, perut buncit, mata berwarna biru, kulit putih, bentuk wajah bulat dan hidung mancung. Cara berjalan pelan karena nafasnya terengah-engah dan kondisi medis ada sakit jantung.

Baca Juga:  Made Somya Prihatinkan Kinerja Penanganan Akun Abal-abal di Medsos Oleh Aparat

“Kami pastinya telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Divhubinter Polri,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Surawan melalui Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali Arjun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Endang Tri Purwanto, Sabtu (3/12).

Selain itu, menurutnya kini Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali masih menunggu kabar dari Divhubinter Polri. “Pihak Hubinter sementara koordinasi, kamu tunggu kabar dan perintah,” terang perwira melati dua di pundak ini.

Seperti diberitakan Dewannews.com sebelumnya, Polda Bali telah mengeluarkan surat DPO Selasa 22 November 2022, setelah serangkaian penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara Standar Operasional Prosedur (SOP). Di antaranya, Nomor DPO/ 23/ XI/ 2022/ Ditreskrimum terhadap pemilik pasport A502351XX atas nama Mohammed Shaheen Shah Bin Mohd Sidek.

Serta Nomor DPO/ 24/ XI/ 2022/ Ditreskrimum terhadap pemegang pasport 5642985XX bernama Kieran Chris Healey. Stayus Red Notice untuk bos dan CEO Ri-Yaz Grup yang merupakan sebuah perusahaan manajemen hotel dengan layanan lengkap, dan mengawasi pengoperasian kumpulan resort unggulan di Malaysia dan sejumlah negara lain ini, untuk diawasi atau dimintai keterangan atau diserahkan ke penyidik Polda Bali.(Tim DN). 

error: Content is protected !!