02/11/2026

Calonarang “Geseng Waringin” Duta Badung Memukau Penonton PKB XLVIII

 Calonarang “Geseng Waringin” Duta Badung Memukau Penonton PKB XLVIII

Pergelaran Calonarang Geseng Waringin Duta Kabupaten Badung memukau penonton di Kalangan Ayodya, Art Centre Denpasar, Selasa (16/6). Foto: Istimewa.

DENPASAR (Dewannews.com) – Pergelaran Calonarang bertajuk Geseng Waringin yang dibawakan Sanggar Seni Majalangu, Banjar Padang, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, sukses memukau penonton di Kalangan Ayodya, Art Centre Denpasar, Selasa (16/6). Tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, pementasan ini mengangkat kisah pertemuan Mpu Bharadah dengan Walunateng Dirah atau Calonarang yang sarat pesan spiritual sesuai tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.

Ketua Sanggar Seni Majalangu, I Made Agus Adi Santikayasa atau Gus Cupak, mengatakan lakon Geseng Waringin dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan pesan penyucian jiwa yang diusung PKB. Menurutnya, dalam cerita tersebut Mpu Bharadah menasihati Walunateng Dirah agar selalu mengingat kebaikan dan mengenali diri sendiri. “Mpu Bharadah menasihati Walunateng Dirah supaya eling tekenin dewek pedidi, melakukan hal yang baik sehingga dapat menjaga atma dalam diri agar tetap suci,” ujarnya.

Baca Juga:  Duta Badung Angkat Tradisi Perang Untek di Panggung PKB ke-47

Gus Cupak menilai nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan tersebut masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Ia menegaskan bahwa pikiran dan hati yang bersih akan melahirkan perkataan serta tindakan yang baik. “Atma Kerthi itu bagaimana kita menjaga hati nurani agar tetap bersih. Dari hati yang baik akan lahir ketenangan dan ide-ide kreatif, termasuk bagi para seniman dalam berkarya,” katanya.

Dalam pementasan tersebut, Sanggar Seni Majalangu melibatkan sekitar 75 seniman yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda sebagai bentuk regenerasi pelaku seni tradisi di Kabupaten Badung. Persiapan dilakukan sejak akhir Februari 2026 sehingga seluruh proses latihan dapat berjalan optimal. “Seniman yang terlibat hampir semuanya generasi muda. Waktu latihan juga cukup panjang sehingga garapan bisa dipersiapkan dengan matang,” ungkap Gus Cupak.

Baca Juga:  Trans Metro Dewata Resmi Berhenti Beroperasi Mulai 1 Januari 2025

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan seni budaya melalui berbagai program pembinaan. Salah satunya adalah program Banjar Menari yang mulai diterapkan pada tahun 2026 dengan melibatkan tenaga seni di tingkat desa dan kelurahan. “Program Banjar Menari saat ini berjalan di 62 desa dan kelurahan di Kabupaten Badung sebagai upaya memperkuat pembinaan seni tari dan tabuh,” jelasnya.

Menurut Sukadana, PKB memiliki peran strategis dalam pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Bali yang menjadi penopang pariwisata berkualitas. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk mendukung partisipasi seniman dalam PKB XLVIII. “Ini merupakan keseriusan pemerintah dalam menggali dan mengembangkan potensi seni budaya yang ada di Kabupaten Badung,” tegasnya. (r)