17/01/2026

Cegah Bencana, Warmadewa Tanamkan EWS Longsor Berbasis IoT di Bangli

 Cegah Bencana, Warmadewa Tanamkan EWS Longsor Berbasis IoT di Bangli

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa bersama warga Dusun Dukuh Abang Batudinding, Bangli, saat kegiatan sosialisasi dan pemasangan alat Early Warning System (EWS) berbasis IoT untuk mitigasi bencana longsor dan banjir bandang, Rabu (20/8/2025).

BANGLI (Dewannews.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa melakukan pemasangan alat Early Warning System(EWS) berbasis Internet of Things (IoT) di Dusun Dukuh Abang Batudinding, Kabupaten Bangli, Rabu (20/8). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi longsor dan banjir bandang.

Tim PKM yang dipimpin Prof. Ir. I Nengah Sinarta, bersama anggota Ir. Kadek Agus Mahabojana, Ir. I Made Kusuma Wiranata, serta mahasiswa Ariwityani dan Decikel Asiantin Putri, memulai kegiatan dengan penyebaran pre-test untuk mengukur pemahaman warga mengenai risiko bencana. Hasilnya, tingkat pemahaman masyarakat hanya mencapai rata-rata 60. Setelah dilakukan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD), nilai post-test meningkat menjadi 90. “Peningkatan ini membuktikan sosialisasi efektif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat,” ungkap salah satu anggota tim.

Baca Juga:  Desa Negari Jadi Lokasi KKN-PMM Mahasiswa Warmadewa, Ini Programnya

Alat EWS yang dipasang berfungsi mengukur curah hujan dan akan mengeluarkan peringatan suara jika intensitas hujan melebihi ambang batas 100 mm/jam atau 210 mm/hari dalam tiga jam. Data kemudian dikirim secara real-time ke server internet, sehingga dapat dipantau oleh Tim Siaga Bencana Dusun Dukuh dan tim di kampus Universitas Warmadewa.

Koordinator Tim PKM menjelaskan, perangkat ini juga dilengkapi buku panduan dan akses laman resmi agar masyarakat dapat memantau secara mandiri. “Kami berharap EWS ini membantu Tim Siaga Bencana bertindak cepat saat potensi bencana meningkat,” ujarnya.

Baca Juga:  Wayan Koster Beri Kuliah Umum di Universitas Warmadewa

Lokasi pemasangan dipilih di titik strategis yang tidak terhalang bangunan, dengan jadwal perawatan setiap enam bulan sekali untuk menjaga akurasi data. Teknologi ini diharapkan mampu menekan kerugian akibat longsor, yang pernah terjadi hingga 27 kali di Bangli pada 2020. Selain itu, EWS dapat mendukung perencanaan jalur evakuasi yang lebih baik dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

Program ini dirancang agar berkelanjutan serta dapat direplikasi di desa-desa lain yang rawan bencana, seperti Desa Trunyan dan Desa Buahan. Dengan hadirnya teknologi peringatan dini berbasis IoT, masyarakat Dusun Dukuh kini lebih siap menghadapi ancaman bencana sekaligus membangun komunitas yang lebih tangguh dan adaptif. (r)