02/02/2026

Cegah Kanker Serviks & Pinjol, OSIS Tiga SMA Bali Dilatih Jadi Edukator Sebaya

 Cegah Kanker Serviks & Pinjol, OSIS Tiga SMA Bali Dilatih Jadi Edukator Sebaya

Para pengurus OSIS SMAN 6 Denpasar berfoto bersama tim pengabdian Universitas Warmadewa dan Universitas Udayana usai menerima pelatihan sebagai duta kesehatan remaja dalam program pencegahan kanker serviks, bahaya game online, dan pinjaman online ilegal.

DENPASAR (Dewannews.com)Pengurus OSIS di tiga SMA strategis kawasan wisata Bali kini bertransformasi menjadi duta kesehatan dan literasi digital yang mandiri, berkat Program Pengabidan kepada Masyarakat Lintas Institusi bertajuk “Peningkatan Peran OSIS dalam Pencegahan Kanker Serviks, Bahaya Game Online, dan Pinjaman Online pada Siswa SMA di Bali”. Program ini digagas tim lintas institusi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) serta Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa, bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 3 “Kesehatan dan Kesejahteraan untuk Semua” melalui vaksinasi HPV dan pencegahan kanker serviks, serta SDG 4 “Pendidikan Berkualitas” lewat pemberdayaan OSIS sebagai agen perubahan sebaya.

Baca Juga:  Universitas Warmadewa Latih Guru SD Terapkan Model STM

Tim Pengabdi Interdisiplin Lintas Institusi dan Mitra Berdaya Tinggi

Dipimpin langsung oleh Dr.dr. Desak Putu Oki Lestari, M.Biomed, Sp.PA (Dokter, ahli Patologi Anatomi), tim pengabdian melibatkan pakar lintas disiplin: Dr. Komang Adi Kurniawan Saputra, SE, M.SA, Ak, CA (literasi ekonomi pinjol), Fransiscus Fiano Anthony Kerans, S.Si., M.Biotech., PhD (bahaya game dan judi online), Dr.dr. Nyoman Putu Riasa, Sp.BP-RE, SubSp.LBLK (higiene reproduksi), serta dr. Analysa, Sp.PA (public speaking), didukung mahasiswa FKIK Warmadewa. Tim ini memberdayakan 150 pengurus OSIS dari SMAN 6 Denpasar (Sanur), SMA Kuta Pura (Kuta), dan SMAN 1 Tabanan yang merupakan sekolah-sekolah di pusat pariwisata dengan paparan risiko tinggi budaya global, game online, dan pinjol illegal.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Buka Turnamen Billiard ST. Werdhi Yowana Banjar Tampak Gangsul

Level Keberdayaan Mitra: Dari Pendengar Jadi Duta Pencegahan

Yang menonjol dari program ini adalah tingkat keberdayaan mitra OSIS yang luar biasa. Pengurus OSIS tidak sekadar menerima edukasi, tetapi dilatih secara intensif menjadi peer educator mandiri: dari teknik komunikasi efektif, public speaking, hingga penyuluhan lapangan didampingi tim. Hasilnya menunjukkan 85 siswa berani sebagai edukasi kelompok kecil, sebagian tampil di kelas besar, dan mereka kini siap memimpin sosialisasi kepada rekan-rekannya secara berkelanjutan tentang pencegahan kanker serviks, role model vaksinasi HPV (beberapaOSIS divaksin gratis), literasi anti-pinjol, serta pengendalian kecanduan game online/judi online. Mitra kini terintegrasi dalam program OSIS rutin, dan ekstrakurikuler, menjadikan mereka duta kesehatan berkelanjutan yang mereplikasi ilmu ke siswa lainnya.

Baca Juga:  Tim PKM Unwar Dampingi Penataan Pura Paibon Pasek Berbasis Ekowisata Budaya

Pencapaian Signifikan: Peningkatan Pengetahuan, Kontribusi Nyata bagi Kesehatan Generasi Muda

Hasil tes sebelum dan sesudah menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, serta perilaku siswa terkait kesehatan reproduksi, pencegahan kecanduan game online, dan kehati-hatian terhadap pinjol. Kepala sekolah memuji program ini karena membuat siswa lebih sadar dan proaktif dalam menjaga diri. Kegiatan ini selaras dengan tujuan global untuk kesehatan dan pendidikan berkualitas.

Baca Juga:  Angkat Tema “ Kama Sandya Garghita” Pemkot Denpasar Dukung Sesetan Festival

Apresiasi dan Keberlanjutan

Kepala sekolah mengapresiasi: I Ketut Suendi, S.Pd., M.Pd. (SMAN 6 Denpasar) sebut siswi kini “mawas diri dalam pergaulan”, sementara I Gusti Putu Eva Rusiana, S.Pd (SMAN 1 Tabanan) dan Drs. I Ketut Sudarsa, M.Pd (SMA Kuta Pura) minta program dilanjutkan untuk angkatan baru. Program ini dapat menjadi inspirasi model PkM berbasis pemberdayaan siswa secara holistik, yang berpotensi direplikasi di daerah lain untuk mendukung visi Bali Semesta Berencana “2025-2045”, bebas kanker serviks serta remaja yang terlindungi dari bahaya judi online, game online, dan literasi digital yang bertanggung jawab. (r)