02/11/2026

Empat Garapan Palegongan Duta Badung Memikat Penonton PKB 2026

 Empat Garapan Palegongan Duta Badung Memikat Penonton PKB 2026

Anggun dan penuh makna. Tiga penari Sanggar Seni Dharmawangsa, Banjar Sedang Kelod, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, membawakan Tari Palegongan Kreasi Nyrigśa saat mewakili Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Palegongan Klasik Khas pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Minggu (28/6/2026).

DENPASAR (Dewannews.com) – Sebanyak 70 seniman Sanggar Seni Dharmawangsa, Banjar Sedang Kelod, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Palegongan Klasik Khas pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Minggu (28/6). Mereka membawakan empat garapan, yakni Tari Palegongan Kreasi Nyrigśa, Tabuh Palegongan Klasik Solo, Tari Palegongan Klasik Legod Bawa, dan Tabuh Palegongan Kreasi Rong Telu.

Penata pertunjukan, Ida Bagus Yodhie Harischandra atau yang akrab disapa Gusde, mengatakan seluruh garapan melibatkan sekitar 70 orang yang terdiri atas penari, penabuh, tim artistik, hingga pendukung pertunjukan. Menurutnya, penampilan tersebut dirancang untuk menghadirkan sajian yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga sarat makna filosofis dan spiritual.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Janji Tambah Lahan! Ini Penampakan Tempat Melasti Abiansemal

“Penampilan tahun ini melibatkan sekitar 70 orang. Kami ingin menghadirkan sajian yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan filosofis dan spiritual kepada penonton melalui bahasa Palegongan,” ujar Gusde.

Ia menjelaskan, Tari Palegongan Kreasi Nyrigśa menjadi karya utama yang mengangkat perjalanan batin manusia dalam menemukan kesadaran diri melalui bahasa Legong. Karya tersebut merefleksikan pencarian jati diri sebagai proses yang terus berlangsung hingga manusia mencapai harmoni jiwa. “Nyrigśa kami hadirkan sebagai refleksi perjalanan spiritual. Legong bukan hanya dipandang sebagai bentuk tari, tetapi menjadi media untuk memahami diri sendiri dan menemukan harmoni jiwa,” katanya.

Baca Juga:  Pastikan Pasokan Listrik Tetap Aman Jelang Malam Tahun Baru 2025 di Bali, PLN Terima Kunjungan Dirjen Ketenagalistrikan

Selain karya kreasi tersebut, Sanggar Seni Dharmawangsa juga menampilkan Tabuh Palegongan Klasik Solo, karya maestro gamelan Bali I Wayan Lotring yang memadukan karakter musik Keraton Solo dengan ritme gamelan Palegongan Bali. Penampilan dilanjutkan dengan Tari Palegongan Klasik Legod Bawa yang mengisahkan perdebatan kesaktian Dewa Brahma dan Dewa Wisnu hingga menegaskan nilai kerendahan hati melalui kemahakuasaan Dewa Siwa, kemudian ditutup dengan Tabuh Palegongan Kreasi Rong Telu bertema Ananta Atma Kertih yang menggambarkan perjalanan jiwa menuju kesadaran yang lebih tinggi.

Gusde berharap penampilan Duta Kabupaten Badung di PKB XLVIII 2026 mampu menunjukkan bahwa seni Palegongan tidak hanya menjadi warisan klasik yang wajib dilestarikan, tetapi juga ruang kreativitas yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa Palegongan bukan hanya warisan klasik yang harus dijaga, tetapi juga ruang untuk terus berkarya, berefleksi, dan menyampaikan nilai-nilai kehidupan sesuai perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” tutupnya. (r)