24/04/2024
24/04/2024

Gangguan Akibat Layang – Layang Meningkat, PLN UID Bali Edukasi “Rare Angon”

 Gangguan Akibat Layang – Layang Meningkat, PLN UID Bali Edukasi “Rare Angon”

I Made Arya, Manager Komunikasi PLN UID Bali (Foto: Dewan News)

DENPASAR – Dewannews..com Berdasarkan catatan PLN khususnya di jalur transmisi 150Kv pada Tahun 2021, menurunkan layang-layang yang menyangkut di Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), mencapai sebanyak 318 kali. Tahun 2022, PLN menurunkan layang-layang di SUTT mencapai 168 kali. Daerah yang rawan akan gangguan yakni di daerah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

“Saat ini, memasuki Juni 2023 untuk menurunkan layang-layang sudah mencapai 213 kali, padahal musim layang-layang baru mulai belum memasuki puncak musim layangan,” kata Made Arya, di Denpasar, Selasa (27/06/2023).

Baca Juga:  Tanahnya Dihotmix Dipakai Jalan, Ipung Harap BTID dan Pemkot Bayar Kompensasi Akui Kesalahan

Manager Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya mengatakan tidak bisa dihindari atau mengeluarkan larangan terhadap kegemaran “rare angon” bermain layang-layang. PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, masih sebatas mengingatkan, memberikan saran dan himbauannya terhadap “rare angon”. Mereka diminta mencari lokasi strategis, hindari kabel-kabel listrik dengan tegangan tinggi, termasuk jangan sampai menginapkan layang-layang karena dapat merugikan PLN dan warga masyarakat sekitar.

Gangguan kelistrikan pada 150Kv, di Tahun 2021 sudah 6 kali gangguan kelistrikan; Tahun 2022 turun menjadi 4 kali gangguan kelistrikan; Tahun 2023 sampai saat ini sudah 2 kali gangguan kelistrikan.

“Sedangkan, untuk 20Kv gangguan Tahun 2021 mencapai 25 kali; Gangguan di Tahun 2022 ada 28 kali; dan di Tahun 2023 sampai bulan Juni sudah ada gangguan 27 kali,” bebernya.

Baca Juga:  Kolaborasi Telkomsel dan Angkasa Pura Hotel dalam Implementasi Digital Melalui Layanan Telkomsel Enterprise

Oleh karena meningkatnya gangguan akibat layang – layang, PT PLN UID Bali secara konsisten mengingatkan rare angon untuk senantiasa berhati-hati selama bermain layang-layang. 

“Layang-layang sudah menjadi bagian dari budaya, tidak mungkin kami menghilangkan. Akan tetapi, minimal kita dapat meminimalisir supaya saat bermain layangan tidak menyebabkan bahaya diri sendiri dan jaringan listrik. Keberadaan jaringan listrik menyangkut kehidupan orang banyak, lalu jaringan listrik termasuk objek vital nasional,” ucap Arya.

“Komunitas layangan juga kami diedukasi, agar mereka bisa mengedukasi sesama rare angon bagaimana cara bermain layang-layang yang aman untuk setiap pihak di sekitarnya. Kami di PLN, juga ikut mendukung events layang-layang. Mereka berkumpul dan diberikan arahan efektif secara bersama-sama,” imbuhnya. (DN)

 

error: Content is protected !!