06/11/2026

Hari Air Sedunia 2026: Bagus Alit Sucipta Gaungkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

 Hari Air Sedunia 2026: Bagus Alit Sucipta Gaungkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Wabup Bagus Alit Sucipta saat hadir di World Water Day 2026 aksi bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Kelan, Kuta, Badung, Jumat (27/3).

MANGUPURA (Dewannews.com) – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, didampingi Nyonya Yunita Alit Sucipta, memimpin apel Peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) Tahun 2026 di Pantai Kelan, Kuta, Badung, Jumat (27/3).

Baca Juga:  Diskerpus Badung Siapkan Penggerak Literasi Hadapi Tantangan Era Digital

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, jajaran Forkopimda Badung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan l Made Agus Aryawan, Asisten Administrasi Umum l Wayan Wijana, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan l Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, para Ketua Organisasi Kewanitaan, kepala OPD terkait, Camat se-Kabupaten Badung, Lurah Tuban, serta undangan lainnya.

Baca Juga:  Akhiri Santunan Model Lama, Badung Terapkan Insentif Administrasi Kependudukan

Apel Peringatan Hari Air Sedunia ini mengusung tema “Water and Gender” atau “Air dan Kesetaraan Gender” dan dirangkaikan dengan aksi kebersihan (Korve) di kawasan Pantai Kelan. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kelestarian air merupakan tanggung jawab bersama, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut.

Baca Juga:  Duta Badung Tampil Gemilang di Wimbakara Gender Wayang PKB XLVIII

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta juga menyerahkan secara simbolis bantuan 30 unit tong komposter kepada para Lurah se-Kecamatan Kuta. Bantuan ini merupakan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) CSR dari RS. Kasih Ibu, sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah organik di tingkat sumber.

Baca Juga:  Gotong Royong Bersih Pantai, PKK Badung Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah, stakeholder, dan masyarakat yang telah melaksanakan aksi kebersihan serentak di pesisir pantai Badung. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan dan inklusif.

Baca Juga:  Rasniathi Adi Arnawa: Anak Badung Harus Berani Tolak Narkoba Sejak Dini

“Persoalan sampah tidak akan pernah selesai jika kita hanya berfokus pada pembersihan di hilir. Oleh karena itu, mulai 1 April 2026, tidak boleh lagi ada sampah organik yang dibawa ke TPA Suwung. Sampah organik wajib diselesaikan dari sumbernya,” tegasnya.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Buka Musrenbang Kecamatan Kuta Selatan, Prioritaskan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Lebih lanjut, ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari Camat, Perbekel/Lurah hingga Bendesa Adat, untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Wabup juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, khususnya kontribusi RS Kasih Ibu dalam mendukung perubahan perilaku masyarakat melalui bantuan tong komposter.

Baca Juga:  Wakil Bali ke Ajang Nasional, Bupati Adi Arnawa Beri Dukungan Penuh

Menurutnya, kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan pondasi utama sektor pariwisata di Kabupaten Badung. Oleh karena itu, lingkungan yang bersih dan lestari harus terus dijaga sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Baca Juga:  Okupansi Hotel Menurun? Ini Temuan Mengejutkan Bupati Badung di Rumah Kost WNA!

“Aksi hari ini diharapkan menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat, dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai kunci mewujudkan Badung yang bersih, indah, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (r)