Inovasi Akademisi Unwar, Posyandu Gunakan Face Recognition untuk Data Ibu dan Anak
Tim akademisi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa bersama para kader Posyandu Banjar Sengguan, Desa Singapadu, Gianyar, berfoto bersama usai kegiatan pelatihan dan penerapan teknologi face recognition untuk mempermudah pendataan ibu dan anak.
GIANYAR (Dewannews.com) – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memiliki peran penting dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat. Namun, proses pendataan yang masih dilakukan secara manual seringkali menghadapi berbagai kendala, mulai dari data ganda, kesalahan pencatatan, hingga keterlambatan pelaporan.
Menjawab permasalahan tersebut, tim akademisi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa penerapan perangkat lunak pengenalan wajah (face recognition software) di Posyandu. Inovasi ini bertujuan untuk memudahkan proses identifikasi dan pendataan ibu serta anak, sekaligus meningkatkan akurasi dan efisiensi layanan Posyandu.
Dokter Adi Pratama Putra P, MHPE selaku ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa teknologi face recognition dipilih karena mampu menyederhanakan proses administrasi tanpa menambah beban kerja kader.
“Dengan sistem ini, identitas ibu dan anak dapat dikenali secara otomatis melalui wajah, sehingga pencatatan data menjadi lebih cepat dan akurat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada kader Posyandu mengenai pentingnya pengelolaan data kesehatan yang tertib dan terintegrasi. Selanjutnya, tim melakukan pelatihan penggunaan aplikasi face recognition, mulai dari proses pendaftaran awal, pengambilan data wajah, hingga pemanggilan data saat kegiatan Posyandu berlangsung.
Melalui sistem ini, setiap ibu dan anak yang datang ke Posyandu cukup melakukan pemindaian wajah. Data identitas, riwayat kunjungan, serta catatan tumbuh kembang anak dapat langsung ditampilkan oleh sistem. Proses yang sebelumnya memerlukan pencarian buku atau kartu manual kini dapat dilakukan dalam hitungan detik.
Respons positif datang dari para kader Posyandu. Salah satu kader mengungkapkan bahwa sistem ini sangat membantu kegiatan pelayanan.
“Biasanya kami harus membuka banyak buku dan kartu. Sekarang data langsung muncul, jadi pelayanan lebih cepat dan tidak antre lama,” tuturnya.
Selain memudahkan pendataan, penggunaan face recognition juga diharapkan dapat mendukung pelaporan data kesehatan yang lebih akurat kepada puskesmas dan instansi terkait. Data yang tersimpan secara digital dapat menjadi dasar perencanaan program kesehatan ibu dan anak di tingkat desa maupun wilayah yang lebih luas.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan penerapan teknologi yang tepat guna, Posyandu diharapkan dapat semakin optimal dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Ke depan, sistem face recognition ini diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan di lebih banyak Posyandu, sehingga transformasi digital layanan kesehatan masyarakat dapat berjalan secara merata dan berkelanjutan. (r)
