ITDC Percepat Rejuvenasi The Nusa Dua, Sejumlah Fasilitas Mulai Diperbarui
Pekerja melakukan pembangunan Groin-2 sebagai bagian dari program rejuvenasi kawasan The Nusa Dua, Bali.
MANGUPURA (Dewannews.com) – Program rejuvenasi kawasan The Nusa Dua, Bali, yang dilakukan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus menunjukkan perkembangan. Hingga minggu ke-36, periode 30 Agustus hingga 5 September 2026, progres fisik program tersebut telah mencapai 58,53 persen, meningkat signifikan dibandingkan capaian sebelumnya sebesar 23,7 persen.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan program rejuvenasi tidak hanya berorientasi pada pembaruan fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan fungsi infrastruktur, konektivitas, fasilitas pendukung, ruang publik, hingga pengalaman wisatawan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas dan daya saing The Nusa Dua di tengah dinamika industri pariwisata global.
“Rejuvenasi The Nusa Dua bukan semata-mata mengenai pembangunan dan pembaruan infrastruktur. Kami melihat ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan secara menyeluruh, sehingga aset dan fasilitas yang ada dapat semakin optimal mendukung aktivitas wisata, tenant, pelaku usaha, event, maupun kebutuhan seluruh stakeholder,” ujar Agus.
Sejumlah pekerjaan kini masih berjalan, di antaranya peningkatan dan pembaruan jalan kawasan, penataan akses dari Gate AC menuju Peninsula, pembangunan Groin 01 dan Groin 02, penataan akses Waterblow dan Peninsula, instalasi limbah dan resapan, serta pembangunan jalan akses menuju Pulau Nusa Dharma. Pada periode minggu ke-36, beberapa pekerjaan juga telah terlaksana, termasuk Groin-2 dan Toilet Beach Facility. ITDC bersama kontraktor pelaksana terus melakukan pengendalian pekerjaan agar setiap tahapan berjalan sesuai target dengan tetap memperhatikan kualitas.
Salah satu titik yang menjadi perhatian dalam transformasi kawasan adalah Peninsula Island. Area tersebut ditata sebagai salah satu focal point The Nusa Dua dengan mengoptimalkan ruang terbuka untuk mendukung aktivitas wisata, rekreasi, komunitas, maupun berbagai event. “Peninsula Island kami kembangkan tidak hanya sebagai ruang publik, tapi sebagai bagian dari pengalaman destinasi. Peningkatan infrastrukturnya akan kami hadirkan sejalan dengan berbagai aktivasi kawasan agar Peninsula Island semakin hidup, memiliki karakter, dan memberi nilai tambah bagi The Nusa Dua,” kata Agus.
Di sisi lain, aspek keberlanjutan tetap menjadi bagian dari program rejuvenasi. The Nusa Dua memiliki sekitar 97 hektare ruang terbuka hijau (RTH) atau sekitar 27 persen dari total kawasan, dengan lebih dari 5.700 pohon dari 138 jenis vegetasi. Kawasan ini juga menerapkan sistem lagoon untuk mengolah dan memanfaatkan kembali air limbah sebagai irigasi ruang hijau. “Kami ingin rejuvenasi ini tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan saja, namun juga meningkatkan fungsi, kenyamanan, dan kualitas lingkungan,” ujar Agus. ITDC menargetkan pekerjaan terus berlanjut dengan menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas aset, kenyamanan wisatawan, aktivitas kawasan, dan keberlanjutan lingkungan. (r)
