02/11/2026

ITDC Perkuat Tata Kelola dan Investasi Setelah Resmi Jadi Persero

 ITDC Perkuat Tata Kelola dan Investasi Setelah Resmi Jadi Persero

Kawasan pariwisata The Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu destinasi unggulan nasional yang dikelola PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC.

JAKARTA (Dewannews.com) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi kembali menyandang status Persero sejak 10 Juni 2026. Penguatan status tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran ITDC sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengembangkan destinasi pariwisata kelas dunia, mengelola aset negara secara profesional, serta mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata.

Perubahan status ini sekaligus menandai penggunaan nomenklatur resmi perusahaan menjadi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) dalam seluruh kegiatan usaha dan dokumen resmi perusahaan. Langkah tersebut merupakan penyesuaian terhadap kebijakan pemerintah terkait tata kelola BUMN sekaligus mempertegas mandat ITDC sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata nasional.

Baca Juga:  24 Ribu KK di Mengwi dan 9 Ribu KK di Kuta Utara Terima Bantuan Galungan

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan kembalinya status Persero semakin memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional melalui sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global. “Kembalinya status Persero semakin mempertegas peran ITDC sebagai BUMN yang memiliki mandat strategis dalam mengembangkan destinasi pariwisata kelas dunia sekaligus mengoptimalkan pengelolaan aset negara melalui pendekatan yang profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Ahmad Fajar, ITDC akan terus mendorong terciptanya kawasan yang mampu menarik investasi, menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah. Saat ini, ITDC mengelola tiga kawasan pariwisata unggulan nasional, yakni The Nusa Dua di Bali seluas sekitar 350 hektare, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat seluas sekitar 1.175 hektare, dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur seluas sekitar 20 hektare.

Baca Juga:  Kartini Fest 2025 Gaungkan Budaya dan Kecantikan Asia di The Nusa Dua

Sebagai bagian dari Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, InJourney, ITDC menjalankan peran sebagai master developer dan asset manager yang mengintegrasikan perencanaan kawasan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan aset, hingga pengembangan investasi. Peran tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi negara sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Ahmad Fajar optimistis penguatan status Persero akan meningkatkan kepercayaan investor dan mitra usaha terhadap ITDC. “Dengan status Persero, ITDC memiliki landasan kelembagaan yang semakin kuat dalam menjalankan pengembangan kawasan dan pengelolaan aset secara lebih optimal. Kami optimistis langkah ini akan semakin meningkatkan kepercayaan investor, mitra usaha, dan para pemangku kepentingan,” katanya. Ke depan, ITDC akan terus mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), inovasi, dan keberlanjutan dalam setiap pengembangan kawasan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (r)