08/12/2023
08/12/2023

Jaga Keseimbangan Antara Manusia, Hewan dan Alam, Taman Safari Bali gelar Upacara Tumpek Kandang

 Jaga Keseimbangan Antara Manusia, Hewan dan Alam, Taman Safari Bali gelar Upacara Tumpek Kandang

Gianyar – DewanNews.com Tumpek Kandang adalah salah satu upacara sakral dalam budaya Bali yang diadakan secara berkala untuk memberikan penghormatan kepada Dewa Rudra, penguasa dunia bawah tanah dan pemelihara semua makhluk hidup. Upacara ini memiliki makna yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan satwa, serta menjaga kelestarian alam. Salah satu tempat yang secara khusus mengadakan upacara Tumpek Kandang adalah Taman Safari Bali, di mana upacara ini tidak hanya menjadi sarana persembahyangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melindungi dan merawat berbagai satwa yang ada di sana.

Arti Penting Tumpek Kandang
Tumpek Kandang adalah hari suci dalam agama Hindu Bali yang dirayakan setiap 210 hari, atau enam bulan dalam kalender Bali. Upacara ini bertujuan untuk mempersembahkan doa dan rasa syukur kepada Dewa Rudra sebagai pemelihara alam semesta dan juga kepada satwa-satwa yang telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Upacara ini juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan satwa.

Baca Juga:  Tak Terima Dijadikan Tersangka, Mantan Direktur Utama BPR KS Bali Agung Sedana Ajukan Praperadilan

Upacara Persembahyangan di Taman Safari Bali
Taman Safari Bali adalah salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal di Pulau Dewata, dengan lebih dari seratus spesies satwa yang ditempatkan di dalam habitat alam mereka. Selain sebagai tempat hiburan, Taman Safari Bali juga memiliki peran besar dalam upaya pelestarian dan perlindungan satwa. Setiap Tumpek Kandang, Taman Safari Bali mengadakan upacara persembahyangan yang melibatkan staf dan pengunjung. Upacara ini mencerminkan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian alam dan satwa yang ada di taman.

Salah satu aspek paling menarik dari Tumpek Kandang di Taman Safari Bali adalah keterlibatan langsung berbagai satwa dalam upacara ini. Berbagai jenis satwa, seperti gajah, kamping, hyena, orang utan, sapi, kuda poni, iguana, python, dan burung, juga diberikan perlindungan dan perhatian khusus selama acara tersebut. Acara ini di laksanakan di Banyan Court Taman Safari Bali.

Baca Juga:  WTN SUMMIT TIME 2023 Bahas Kolaborasi Semua Pihak Ciptakan Kenyamanan dan Keamanan Pariwisata Bali

Bintang marcom taman safari bali, menjelaskan bahwa Tumpek Kandang adalah ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Upacara ini mencerminkan kasih sayang yang dalam terhadap koleksi satwa yang dirawat di Taman safari Bali. “Dengan persembahyangan ini, kami berdoa agar semua makhluk yang tinggal di Taman safari bali dapat menikmati kehidupan yang sehat, sejahtera, dan berkembang biak secara alami,” tegasnya.

Tumpek Kandang di Taman Safari Bali bukan hanya sekadar upacara persembahyangan, tetapi juga menjadi wujud komitmen dalam menjaga kelestarian alam dan perlindungan satwa. Upacara ini mengingatkan kita akan keterhubungan antara manusia, alam, dan satwa, serta pentingnya menjaga keseimbangan tersebut. Dengan melibatkan para pengunjung dalam upacara ini, Taman Safari Bali juga berusaha untuk menyebarkan pesan penting ini kepada masyarakat lebih luas, sehingga kita semua dapat ikut berperan dalam pelestarian alam dan satwa. (jk)

error: Content is protected !!