03/11/2026

Janger Duta Badung Sukses Hidupkan Nilai Leluhur Lewat Bima Swarga

 Janger Duta Badung Sukses Hidupkan Nilai Leluhur Lewat Bima Swarga

Penari Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung tampil memukau saat membawakan garapan “Bima Swarga” pada PKB XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat (19/6).

DENPASAR (Dewannews.com) – Penampilan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 sukses memukau penonton yang memadati Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (19/6/2026) malam. Sanggar Seni Murti Kanti Swara, Banjar Tegeh, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, berhasil menghadirkan sajian seni tradisi yang sarat nilai spiritual dan pesan moral melalui garapan bertajuk “Bima Swarga”.

Pementasan tersebut mengisahkan perjalanan spiritual tokoh Bima dalam membebaskan roh kedua orang tuanya, Sang Raja Pandu Dewata dan Dewi Madri, dari penderitaan di alam neraka. Alur cerita yang kuat dipadukan dengan kemampuan para penari dan pelakon dalam membawakan tari sekaligus vokal membuat penampilan Duta Badung mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari penonton.

Baca Juga:  De Gadjah dan Bamsoet Kompak Dorong Edukasi Senjata Lewat Periksha 2025

Pelatih Tari dan Lakon, Ni Made Ayu Kesuma Dewi, menjelaskan bahwa kisah Bima Swarga diangkat dari epos Mahabharata yang mengisahkan keteguhan Bima terhadap keyakinannya. Menurutnya, perjalanan spiritual kedua orang tua Bima menuju swarga sempat tertunda karena Bima menolak memberikan penghormatan kepada leluhurnya.

“Jadi kisah ini menceritakan Bima yang tidak mau menyembah atma ibu dan bapaknya di swargan. Karena Bima tidak mau menyembah, perjalanan ibu dan bapaknya menjadi tertunda. Lalu Bima diberikan siasat agar mau menyembah atma kedua orang tuanya,” ujar Ayu Kesuma Dewi.

Baca Juga:  Wayan Koster Beri Kuliah Umum di Universitas Warmadewa

Dalam cerita tersebut, Bima bersama Dewi Kunti dan saudara-saudaranya melakukan perjalanan menuju Nerakaloka untuk membebaskan roh Sang Pandu Dewata dan Dewi Madri. Setelah melalui berbagai rintangan, termasuk bertemu Sanghyang Catursanak, mereka berhasil menemukan kedua roh leluhur tersebut. Konflik mencapai puncaknya saat Bima tetap bersikeras tidak akan menyembah siapa pun selain Sanghyang Acintya, hingga akhirnya tanpa sadar memberikan penghormatan kepada leluhurnya yang menjadi jalan bagi kedua roh mencapai Swargaloka.

Ayu Kesuma Dewi menegaskan, melalui kisah “Bima Swarga”, Duta Kabupaten Badung ingin menyampaikan pesan moral tentang pentingnya bakti kepada orang tua dan penghormatan terhadap leluhur. “Melalui pementasan ini kami ingin menyampaikan nilai-nilai tentang bakti kepada orang tua, penghormatan terhadap leluhur, serta keseimbangan antara keyakinan dan kewajiban sebagai manusia,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Sidak ke RSD Mangusada, Ini Temuannya!

Untuk menghadirkan pertunjukan yang maksimal, Sanggar Seni Murti Kanti Swara menjalani proses latihan selama kurang lebih tiga bulan. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah menyatukan jadwal latihan para peserta yang memiliki kesibukan masing-masing, termasuk mengasah kemampuan menari sambil membawakan vokal. Pementasan ini melibatkan 30 penari dan pelakon serta didukung 23 penabuh yang berhasil menghadirkan sajian seni tradisi berkualitas dan menghibur penonton PKB XLVIII 2026. (r)