03/11/2026

Jelang Idul Adha dan Galungan, Badung Pastikan Stok Pangan Aman

 Jelang Idul Adha dan Galungan, Badung Pastikan Stok Pangan Aman

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung I Made Agus Aryawan meninjau lahan cabai di kawasan Subak Guming, Desa Adat Penarungan, Badung, dalam rangka memastikan ketersediaan stok pangan dan menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Adha, Galungan, dan Kuningan.

MANGUPURA (Dewannews.com) – Pemerintah Kabupaten Badung bergerak cepat menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha, Galungan dan Kuningan mendatang. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkab Badung turun langsung meninjau sejumlah sentra pertanian dan peternakan guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman.

Peninjauan dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Anak Agung  Sagung Rosyawati, serta Dirut Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha.

Baca Juga:  Warmadewa Dorong BUMDes Sapta Mandiri Jadi Motor Swasembada Pangan Desa

Adapun Lokasi yang dikunjungi meliputi lahan pertanian cabai, bawang merah, padi, hingga sentra peternakan sapi dan babi di wilayah Sading, Penarungan, Sangeh, Sobangan dan Bongkasa.

Agus Aryawan pada kesempatan itu mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi pengendalian inflasi yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan daerah menjelang hari besar keagamaan.

Baca Juga:  Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung Resmi Punya Direksi Baru

“Kami turun langsung untuk memastikan kesiapan produksi pangan stategis yang sangat dibutuhkan masyarakat. Komoditas berupa beras, cabai, bawang merah, bawang putih, dan daging menjadi penyumbang utama inflasi, sehingga perlu dipastikan produksi dan stoknya  tetap aman,” ujarnya.

Dalam peninjauan itu, TPID juga melihat pengembangan budidaya bawang merah di Subak Guming, Desa Adat Penarungan. Pihaknya menilai potensi pengembangan hortikultura di kawasan tersebut cukup besar untuk menopang kebutuhan pangan Badung yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar daerah, terutama untuk cabai dan bawang.

Baca Juga:  Jalan Lingkar Selatan Dikebut, Bupati Adi Arnawa Bidik Solusi Permanen Kemacetan Badung Selatan

Menurutnya, kebutuhan pangan di Badung terus meningkat seiring tingginya kebutuhan  untuk wisatawan dan konsumsi masyarakat menjelang hari raya. Karena itu, dirinya mulai mendorong pengembangan sentra produksi pangan berbasis subak agar distribusi dan stok lebih terkendali.

“Kami ingin ada sentra produksi cabai, bawang merah, maupun bawang putih dengan luas tanam yang memadai. Dengan begitu ketahanan pangan daerah lebih kuat dan gejolak harga bisa ditekan,” katanya.

Baca Juga:  Antisipasi Kelangkaan, Diperpa Badung Kembangkan Cabai di Lahan Seluas 42 Hektare

Untuk menjaga harga tetap stabil di tingkat petani maupun masyarakat, Pemkab Badung juga menyiapkan pola contract farming bersama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana. Melalui pola ini, Perumda akan berperan sebagai offtaker hasil pertanian masyarakat.

“Ketika panen raya harga biasanya turun. Kehadiran Perumda diharapkan mampu menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan hasil panen petani terserap pasar,” pesannya.

Baca Juga:  Direksi Baru Perumda MGS Dilantik, Bupati Badung Tekankan Peran Off-Taker Petani

Sementara itu, Direktur Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha menambahkan pihaknya siap memperkuat hilirisasi produk pertanian dan peternakan Badung agar memiliki kepastian pasar.

“Kami ingin memastikan petani dan peternak mendapat harga yang layak, pembayaran yang pasti, dan akses  pemasaran. Jadi dari hulu sampai hilir harus terintegrasi,” katanya.

Baca Juga:  Resmi! Marketplace Jadi Pemungut PPh Mulai 14 Juli 2025

Ia juga menyebut komoditas cabai, bawang, sapi, dan babi menjadi sektor potensial yang bisa dikembangkan lebih besar di Badung. Terlebih kualitas ternak sapi Badung dinilai memiliki kualitas dan daya saing tinggi.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Agung Ngurah Raka Sukadana juga menambahkan bahwa pihaknya  mulai menyiapkan dukungan teknis penanaman cabai di lahan sekitar 4 hektare di kawasan Subak Lepud.

Baca Juga:  Pj. Sekda Pimpin Rapat TAPD Penguatan Perencanaan Anggaran Daerah Tahun 2025

“Penanaman akan dilakukan mulai Agustus untuk mengantisipasi penurunan produksi saat musim hujan sehingga pasokan cabai tetap tersedia,” ujarnya.

Kendati demikian dirinya berharap langkah peninjauan lapangan dan penguatan sentra produksi pangan ini mampu menjaga kestabilan harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak menjelang Hari Raya  Idul Adha, Galungan dan Kuningan.

Baca Juga:  Pajak Sawah Nol Persen, Solusi Ringankan Beban Petani Bali

“Intinya kita berkolaborasi untuk menjaga stok pangan dan menjaga kestabilan harga jelang hari raya,” imbuhnya. (r)