09/09/2026

KKN PMM Unwar Dampingi UMKM Kesiman Kertalangu Go Digital

 KKN PMM Unwar Dampingi UMKM Kesiman Kertalangu Go Digital

Pendampingan UMKM melalui program KKN PMM Universitas Warmadewa di Kesiman Kertalangu, Denpasar.

DENPASAR (Dewannews.com) – Universitas Warmadewa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) PMM Periode II Tahun 2026 memberikan pendampingan digitalisasi dan pembukuan sederhana kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kesiman Kertalangu, Kota Denpasar. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital sekaligus menata pengelolaan keuangan secara lebih tertib.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PMM Universitas Warmadewa, Dr. Gusti Ayu Sugiati, SE., MM, mengatakan pendampingan diberikan karena digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran. Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional, tetapi perlu memanfaatkan platform digital agar produk dan lokasi usaha lebih mudah dikenal masyarakat. “Kami mendorong pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi, sehingga produk mereka memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dan mudah ditemukan oleh calon konsumen,” ujarnya.

Baca Juga:  Dua Sektor Alami Pertumbuhan, Kanwil DJP Bali Optimis Capai Penerimaan Pajak Lebihi Target

Pendampingan digital dilakukan melalui pembuatan konten video promosi untuk Instagram serta pembuatan dan optimalisasi Google Maps bagi lokasi usaha. Sejumlah UMKM yang mendapatkan pendampingan di antaranya Warung Gelinding Rasa, Warung Nasi Betutu Men Brayut, warung canang dan banten, serta warung makanan ternak. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka.

Selain pemasaran, tim KKN PMM juga memberikan edukasi mengenai pembukuan sederhana. Dosen Ni Ketut Sariani, SE., MM, menjelaskan bahwa pencatatan keuangan merupakan bagian penting dalam mengetahui perkembangan sebuah usaha. Pelaku UMKM diberikan pemahaman untuk memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha serta mencatat transaksi secara rutin. “Pembukuan sederhana membantu pelaku UMKM mengetahui berapa pemasukan, pengeluaran, biaya operasional dan keuntungan yang diperoleh. Dengan pencatatan yang tertib, pelaku usaha akan lebih mudah mengevaluasi kondisi usahanya,” jelasnya.

Baca Juga:  PKM Unwar Bantu UMKM Kerajinan Kayu Tingkatkan Kemasan dan Pembukuan

Dalam praktiknya, pelaku UMKM dilatih mencatat kas masuk dan kas keluar, transaksi penjualan dan pembelian, biaya operasional, pembayaran utang, penerimaan piutang hingga pengambilan uang untuk kebutuhan pribadi. Pendampingan dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKN PMM Desa Kesiman Kertalangu dengan arahan DPL dan dosen pendamping. Metode praktik dipilih agar pelaku UMKM dapat langsung menerapkan pencatatan sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing.

Dr. Gusti Ayu Sugiati menambahkan, penguatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi pemasaran dan pembukuan sederhana diharapkan mampu mendorong usaha masyarakat berkembang secara berkelanjutan. “Harapannya, pendampingan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan baru bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi dan mengelola keuangan usahanya dengan lebih baik,”katanya. Program ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. (r)