02/11/2026

Kolaborasi Tiga Negara, Unwar Kembangkan Wisata Pesisir Sanur

 Kolaborasi Tiga Negara, Unwar Kembangkan Wisata Pesisir Sanur

DENPASAR (Dewannews.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan program pengabdian masyarakat internasional di Desa Adat Sanur Kaja, Kota Denpasar, pada 21–26 April 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan University of Nueva Caceres (UNC) Filipina dan Fakultas Hukum Universidade da Paz (Undapaz) Timor Leste, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata Pantai Sanur berbasis kerja sama internasional.

Program ini dinilai relevan karena kawasan Pantai Sanur terus berkembang sebagai destinasi wisata internasional. Pembangunan pelabuhan penyeberangan, rumah sakit internasional, hingga berbagai fasilitas pariwisata lainnya menunjukkan pesatnya pertumbuhan kawasan tersebut. Namun, perkembangan ini juga menghadirkan tantangan, mulai dari tata kelola kawasan, kemacetan, kebutuhan lahan parkir, hingga persoalan sampah.

Baca Juga:  Wisuda ke-81, Unwar Perkuat Kiprah Menuju Kampus Berdaya Saing Global

Melalui workshop dan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kantor BUPDA kawasan Pelabuhan Sanur, tim PKM menggali berbagai persoalan bersama mitra lokal, yakni BUPDA Galang Kangin, Pokdarwis, dan prajuru Desa Adat Sanur Kaja. Dalam forum tersebut terungkap bahwa desa adat memiliki legalitas dalam mengelola kawasan pesisir, yang kemudian dijalankan oleh BUPDA sebagai pengelola operasional.

BUPDA Galang Kangin menunjukkan komitmen dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui berbagai unit usaha seperti kebersihan, keamanan, parkir, perdagangan kios, hingga layanan sosial. Seluruh tenaga kerja yang berjumlah sekitar 70 orang direkrut dari warga setempat, dan penyewaan kios juga diprioritaskan bagi masyarakat desa. Sementara itu, Pokdarwis berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan hospitality dan penyaluran tenaga kerja ke industri pariwisata.

Baca Juga:  Gangguan Listrik Akibat Layangan di Bali Melonjak, PLN Keluarkan Imbauan

Di sisi lain, peningkatan kunjungan wisatawan turut memicu persoalan kemacetan dan keterbatasan lahan parkir, terutama di kawasan pelabuhan. Selain itu, volume sampah, khususnya sampah organik dari aktivitas wisata dan usaha kuliner, juga terus meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut, BUPDA telah berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan dalam penataan lalu lintas dan penyediaan parkir, serta bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, tim PKM merekomendasikan empat langkah strategis, yakni penyediaan lahan parkir yang memadai, pengadaan transportasi khusus menuju pelabuhan, penyusunan masterplan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan, serta penguatan pemberdayaan tenaga kerja lokal secara sistematis. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat Sanur. (r)