13/04/2024
13/04/2024

Mantan Sekda Buleleng Beri Sinyal Terima Putusan Hakim Setelah Divonis 8 Tahun

 Mantan Sekda Buleleng Beri Sinyal Terima Putusan Hakim Setelah Divonis 8 Tahun

Dewannews.com,Denpasar.Putusan 8 tahun penjara terhadap mantan Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka hingga berita ini ditulis belum juga memiliki kekuatan hukum tetap alias Inkracht.

Pasalnya, usai mendengarkan vonis hakim, Selasa (26/4/2022) lalu, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) mupun terdakwa menyatakan pikir-pikir dan hingga saat ini belum ada kepastian apakah menerima atupun mengajukan upaya hukum banding.

Pande Sugiartha, salah atau pengacara Dewa Puspaka saat dikonfirmasi, Minggu (1/5/2022) tidak berani memastikan apakah kliennya akan mengajukan banding atau menerima putusan ini.

Meski begitu, sinyal bahwa terdakwa Dewa Puspaka akan mengambil sikap menerima putusan sangat kuat. “Kalau kami tim pengacara sih berharap menerima putusan itu. Tapi kan semua keputusan ada di klien kami” kata pengacara yang akrab disapa Pande ini.

Terlepas dari itu, Pande mengatakan bahwa pihaknya masih memiliki waktu beberapa hari ke depan karena batas waktu pikir-pikir yang diberikan oleh majelis hakim belum habis. “Dari pembacaan putusan kan masih ada waktu untuk pikir-pikir. Jadi nanti pasti ada sikap,” tutupnya.

Sementara ditempat terpisah, Kasi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali A. Luga Herlianto juga belum bisa mengatakan apakah JPU akan menerima atau mengajukan upaya hukum banding.

Pejabat yang akrab disapa Luga ini menjelaskan, tim JPU hingga saat ini masih mempelajari putusan hakim. “Masih dipelajari, karena dalam putusan itu kan ada perbedaan hukuman penjara antara tuntutan dan vonis,” terang Luga.

Selain adanya perbedaan hukuman penjara yang dimohonkan JPU dengan vonis hakim, Luga juga mengatakan bahwa tim JPU juga sedang mempelajari terkait bukti-bukti yang ada dituntut dan di putusan hakim.

“Artinya waktu pikir-pikir ini benar-benar dimanfaatkan oleh jaksa dalam mempelajari putusan hakim. Nanti kan juga pada akhirnya akan ada keputusan apakah banding atau menerima,” pungkas mantan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Nusa Penida ini.

Baca Juga:  Mencuri di Bandara Ngurah Rai, Dua WNA Aljazair Dituntut 2 Tahun Penjara

Seperti diberitakan sebelumnya, eks atau mantan Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka oleh majelis hakim Tipikor Denpasar divonis 8 tahun penjara denda Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan.

Majelis hakim Tipikor Denpasar pimpinan Heriyanti dalam amar putusannya menyatakan Dewa Puspaka terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagai dimaksud dalam Pasal 12 huruf e UU Tipikor Jo Pasal Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Selain itu majelis hakim juga menyatakan terdakwa Dewa Puspaka terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 UU No 8 tetang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Vonis hukuman penjara ini 2 tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dimana jaksa dari Kejaksaan Tinggi Bali memohon agar majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun. Atas vonis ini, kedua kubu sama-sama menyatakan pikir-pikir.(sar)

error: Content is protected !!