24/04/2024
24/04/2024

Melalui RJ, Kejari Denpasar Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan

 Melalui RJ, Kejari Denpasar Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan

DENPASAR-Dewannews.com|Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar dibawah pimpinan Yuliana Sagala menghentikan penuntutan kasus dugaan penganiayaan melalui keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ), Senin (25/4/2022).

Penghentian penuntutan ini diberikan kepada tersangka atas nama I Wayan Kariasa. Kasi Intel Kejari Denpasar I Putu Eka Suyantha mengatakan, penghentian penuntut terhadap tersangka ini bukan tanpa alasan.

“Yang pertama adanya perdamaian antara tersangka dan korban yang masih ada hubungan keluarga. Kedua tersangka tulang punggung keluarga dengan anak anak yang masih bersekolah,” jelas Kasi Intel yang ditemui di Kejari Denpasar.

Dikatakannya pula, sebelum proses keadilan restoratif diberikan kepada tersangka, terlebih dahulu dilakukan upaya perdamaian yang disaksikan langsung oleh para pihak dan tokoh masyarakat setempat pada tanggal 22 April 2022.

Dijelaskannya, penghentian penuntutan ini karena adanya hubungan keluarga antara korban tersangka.

Mengetahui itu, Kajari Denpasar Yuliana Sagala, bersama Kasi Pidum Nyoman Bela Putra Atmaja, S.H serta Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara, memfasilitasi keduanya untuk berdamai.

Dikatakan Kasi Intel, I Wayan Herman Dika selaku korban dalam kasus ini dengan suka rela menerima permohonan maaf dari I Wayan Kariasa.

Dengan demikian persoalan yang timbul akibat kesalahpahaman ini dapat tercapai kesepakatan perdamaian, sehingga dapat dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Mulai hari ini I Wayan Kariasa bebas dan dapat kembali hidup rukun dalam keluarga serta lingkungan masyarakat untuk menjalani kehidupannya bersama keluarga,” ungkap Kasi Intel.

Eka Suyantha juga mengatakan, bahwa keadilan restoratif yang diberikan kepada tersangka I Wayan Kariasa ini juga sudah mendapat persetujuan dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Dr. Fadil Zumhana.

Dijelaskan pula, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka I Wayan Kariasa ini terjadi pada hari Rabu tanggal 2 Maret 2022 sekira pukul 17.00 Wita bertempat di Jalan Letda Tantular Gang Gemitir Denpasar.

Baca Juga:  Tilep Uang Hasil Penjualan Dituntut 1 Tahun Penjara

Dimana pada saat itu korban I wayan Herman Dika bersama sama dengan saksi I kadek Minggu dan saksi I Gede Sariana sedang kumpul kumpul sambil bakar ikan dan minum minuman beralkohol.

Kemudian datang terdakwa bersama I Made Subagia, I Ketut Hartana, dan I Made Mega ikut bergabung .Tidak berapa lama terdakwa merasa tersinggung dengan perkataan saksi korban yang terpengaruh alkhohol.

Kemudian terdakwa mendekati korban dan memukul korban yang mengenai pelipis kanan serta pipi. Tak hanya itu, tersangka juga menendang pinggang korban. Akibatnya perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Selanjutkan pada hari Jumat tanggal 22 April 2022, dengan disaksikan keluarga korban serta tersangka serta tokoh masyarakat setempat, dilakukan tindakan mediasi sehingga menghasilkan kesepakatan perdamaian.

“Tersangka I Wayan Kariasa mengakui kesalahannya dan menyesal telah melakukan penganiayaan, serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” kata Kasi Intel

Selain itu tersangka juga telah meminta maaf kepada korban serta keluarganya. Sementara korban dengan kebesaran hatinya telah ikhlas memaafkan tersangka, dan berharap agar tidak terulang kembali.

Menurut Eka Suyantha, penghentian penuntutan melalui keadilan restoratif terhadap tersangka I Wayan Kariasa sudah sesuai dengan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif.

Selain itu, penghentian penuntutan ini juga sudah sesuai dengan Surat Edaran JAM Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif pada Pasal 5 Perja Nomor 15 Tahun 2020.(sar)

error: Content is protected !!