09/09/2026

OJK Bali Gandeng Empat Kampus, 687 Mahasiswa Siap Tingkatkan Literasi Keuangan di 50 Desa

 OJK Bali Gandeng Empat Kampus, 687 Mahasiswa Siap Tingkatkan Literasi Keuangan di 50 Desa

Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman berfoto bersama ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) 2026 usai pembekalan di Kantor OJK Provinsi Bali.

DENPASAR (Dewannews.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali kembali memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) 2026. Program ini dilaksanakan berkolaborasi dengan empat perguruan tinggi di Bali, yakni Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Warmadewa, dan Universitas Dhyana Pura, dengan melibatkan sebanyak 687 mahasiswa yang akan diterjunkan ke 50 desa di sembilan kabupaten/kota di Bali.

Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, mengatakan kolaborasi dengan civitas academica merupakan strategi penting dalam memperluas pemerataan literasi dan inklusi keuangan di Bali. Menurutnya, sinergi tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:  Sambut Tahun Baru, Bandara Ngurah Rai Suguhkan Pengalaman Unik bagi Penumpang

“OJK tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah, khususnya di Provinsi Bali. Diperlukan aliansi strategis untuk mewujudkannya, bersama bergotong royong Sagilik Saguluk, Salunglung Sabayantaka, Paras Paros Sarpanaya,” ujar Parjiman saat penutupan pembekalan khusus KKN LIK 2026 di Kantor OJK Provinsi Bali.

Program KKN LIK 2026 akan berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026 dengan penempatan mahasiswa di desa-desa yang tersebar di Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, Jembrana, Karangasem, Buleleng, Bangli, serta Kota Denpasar. Sebelum diterjunkan ke lokasi KKN, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan mengenai tugas dan fungsi OJK, pelindungan konsumen, kewaspadaan terhadap kejahatan di sektor jasa keuangan, pengelolaan keuangan, serta berbagai materi edukasi lainnya.

Baca Juga:  Penerimaan Pajak Tumbuh Positif, Kanwil DJP Bali Kumpulkan Rp13,57 Triliun Hingga Oktober Tahun 2024

Selain memberikan pembekalan, OJK Provinsi Bali juga memberikan apresiasi kepada peserta berupa perlindungan jiwa dan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan serta top up dana investasi di pasar modal dari Bursa Efek Indonesia bagi civitas academica yang telah memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN). Program ini juga mendapat dukungan dari pimpinan perguruan tinggi, dosen pendamping, serta berbagai pemangku kepentingan di daerah.

Parjiman menambahkan, KKN LIK telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2023 dan hingga 2025 telah menjangkau 100 desa dengan melibatkan lebih dari 1.500 mahasiswa. OJK berharap pemerintah desa dan masyarakat dapat mendukung berbagai program edukasi yang dijalankan mahasiswa, mulai dari edukasi keluarga cerdas keuangan, edukasi sekolah, edukasi pemuda desa hingga survei literasi dan inklusi keuangan. Ke depan, OJK berkomitmen terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta pelaku jasa keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. (r)