OJK Perkuat Sinergi TPAKD Bali Lewat Coaching Clinic 2025
Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu menyampaikan sambutan saat Coaching Clinic Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Bali Tahun 2025 di Denpasar, Minggu (22/12).
DENPASAR (Dewannews.com) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menggelar Coaching Clinic Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Bali Tahun 2025 di Denpasar, Minggu (22/12). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi serta meningkatkan kapasitas anggota TPAKD dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di seluruh Bali.
Kegiatan tersebut diikuti sekretariat TPAKD kabupaten/kota se-Bali serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu program TPAKD. Coaching clinic menjadi bagian dari komitmen OJK untuk memastikan seluruh anggota TPAKD memahami peran strategisnya dalam memperluas akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menegaskan bahwa TPAKD memiliki peran penting sebagai katalisator percepatan akses keuangan di daerah.
“Melalui coaching clinic ini, kami berharap sinergi anggota TPAKD di Provinsi Bali semakin kuat sehingga mampu mengoptimalkan perannya sebagai penggerak utama percepatan akses keuangan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan layanan keuangan yang lebih inklusif,” ujar Kristrianti.
Menurutnya, coaching clinic tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis anggota TPAKD, tetapi juga menjadi momentum penyamaan persepsi dalam pelaksanaan program kerja TPAKD di seluruh wilayah Bali. OJK Provinsi Bali, lanjut Kristrianti, akan terus memberikan pendampingan teknis, materi edukasi, serta melakukan monitoring efektivitas program literasi dan inklusi keuangan di kabupaten/kota.
“Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mewujudkan masyarakat Bali yang semakin melek keuangan, aman bertransaksi, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali dalam sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, menekankan pentingnya peran TPAKD dalam memperluas akses keuangan, khususnya bagi masyarakat perdesaan dan pelaku UMKM.
“TPAKD tidak hanya berperan dalam membuka akses pembiayaan bagi UMKM, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar terhindar dari berbagai kejahatan keuangan, termasuk investasi ilegal,” kata Ayu.
Dalam coaching clinic tersebut, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus kejahatan keuangan lainnya. Anggota TPAKD diharapkan berperan aktif menyebarluaskan edukasi ini kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi.
Penyelenggaraan coaching clinic ini sekaligus menjadi tindak lanjut peluncuran Roadmap TPAKD 2026–2030 pada Rakornas TPAKD 2025 di Jakarta. Roadmap tersebut menjadi acuan arah kebijakan TPAKD ke depan, termasuk peningkatan kapasitas anggota serta penguatan evaluasi kinerja melalui Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD).
Melalui forum ini, OJK bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem keuangan yang aman, transparan, dan inklusif, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali. (r)
