14/06/2024
14/06/2024

Terseret Arus di Pantai Batu Bolong, Wisdom Asal Surabaya Masih Dalam Pencarian

 Terseret Arus di Pantai Batu Bolong, Wisdom Asal Surabaya Masih Dalam Pencarian

Tim SAR Gabungan tengah berusaha mencari wisatawan asal Surabaya yang hilang terseret arus pantai.(Foto:DN)

Dewannews.com-Canggu. Berenang sendirian, seorang wisatawan domestik (wisdom) bernama Arman Arifin (34) terseret arus deras di Pantai Batu Bolong, Canggu Kuta Utara, pada Minggu 8 Mei 2022 sore. Sosok pria asal Surabaya, Jawa Timur, itu masih dalam pencaharian Tim SAR gabungan.  

Menurut Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, S.E., M.A.P., korban Arman Arifin datang bersama teman-temannya ke Pantai Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, sekitar pukul 17.00 Wita. Mereka datang untuk menikmati suasana pantai dan hendak berenang. 

Selanjutnya korban Arifin meninggalkan teman-temannya untuk berenang. “Korban berenang seorang diri dengan berpakaian lengkap,” ujar Gede Darmada dalam keterangan persnya, pada Selasa 10 Mei 2022. 

Baca Juga:  Diduga Ada Skenario Dibenturan, Jadi Alasan Ipung Batalkan Penutupan Jalan di Serangan

Akan tetapi, kata Gede Darmada, peristiwa terseret arus Pantai Batu Bolong ini baru dilaporkan keesokan harinya, pada Senin 9 Mei 2022, oleh rekan-rekan korban ke Basarnas Bali. Pasalnya, pas kejadian rekan-rekan korban berusaha mencari, tapi tidak menemukan. 

“Laporan baru kami terima pada Senin 9 Mei 2022 sekitar pukul 14.30 Wita karena rekan korban mencoba mencari tapi tidak menemukanya,” bebernya. 

Menerima laporan tersebut, Tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi Pantai Batu Bolong, Canggu Kuta Utara. Di pinggiran pantai, tim menemukan sandal milik korban. 

Sementara dari keterangan rekan-rekan korban, tidak ada yang melihat korban tenggelam. Mereka curiga setelah korban tidak muncul di Hotel. “Teman korban curiga karena korban tidak kembali ke hotel. Sandal korban ditemukan di pinggir pantai,” bebernya. 

Gede Darmada mengatakan, upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR hingga malam kemarin masih nihil. Bahkan hingga hari ini, Tim SAR gabungan telah menurunkan rubber boat untuk mencari korban yang berasal dari Surabaya Jawa Timur tersebut. 

Baca Juga:  Warga India Penyelundup Berlian di Anus Dilimpahkan ke Kejaksaan

Sementara itu, SRU darat melakukan penyisiran di bibir pantai kurang lebih sejauh 2,5 kilometer ke arah barat dan 2 kilometer ke arah timur. 

“Jadi, kemarin 2 personil kami tempatkan di lokasi kejadian hingga tengah malam. Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan wisatawan tersebut,” terang Darmada. 

Dijelaskanya, Tim SAR melakukan pencarian hingga siang hari atau sekitar pukul 13.30 Wita. Kemudian, Tim SAR gabungan juga telah melakukan 1 shorti penyisiran di laut dengan rubber boat basarnas dan 2 shorti rubber boat Balawista Badung. 

“Saat ini, SRU darat masih melakukan koordinasi dengan unsur SAR lainnya, agar informasi bisa cepat diterima apabila ada penemuan tanda-tanda sepanjang bibir pantai,” terang Darmada.(Tim DN)