01/03/2026

Transformasi UMKM Desa Beng: Digitalisasi Bersama Universitas Warmadewa

 Transformasi UMKM Desa Beng: Digitalisasi Bersama Universitas Warmadewa

Dosen Universitas Warmadewa bersama tim mahasiswa menyerahkan bantuan ember produksi kepada pelaku UMKM di Desa Beng, Gianyar, Bali, dalam rangka program pengabdian masyarakat bertema digitalisasi dan penguatan ekosistem usaha lokal.

GIANYAR (Dewannews.com) – Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Melihat urgensi tersebut, tiga dosen dari Universitas Warmadewa turun langsung ke Desa Beng, Gianyar, Bali, untuk mendampingi para pelaku UMKM bertransformasi secara digital.

Tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari Dr. I Made Wianto Putra, SE., M.Si, Dr. AA Media Martadiani, SE., MM, dan Dr. Made Setini, S.Kom., MM menginisiasi pelatihan intensif selama delapan bulan. Fokus kegiatan mencakup pemasaran digital, efisiensi produksi, serta pendampingan personal untuk membangun identitas merek.

Baca Juga:  Peduli Bahaya Kelistrikan, PLN Sosialisasikan K3 di Lingkungan Sekolah

“Sebagian besar pelaku usaha di Desa Beng masih mengandalkan metode konvensional. Padahal, media sosial dan marketplace adalah solusi nyata untuk memperluas pasar,” ujar Dr. I Made Wianto Putra, ketua tim pengabdian.

Desa Beng sendiri dikenal sebagai sentra kerajinan dan budaya dengan potensi ekonomi kreatif yang besar. Namun, keterbatasan literasi digital, lemahnya branding, serta belum optimalnya penggunaan e-commerce menjadi tantangan utama yang dihadapi UMKM setempat.

Baca Juga:  Kolaborasi Pertamina dan BRI Dorong UMKM Maju dalam Sosialisasi dan Pelatihan PUMK di Kabupaten Klungkung

Salah satu mitra program, Bali Bagus Garment Baju Kawe-Kawe, menerima pelatihan langsung dalam mengelola Instagram Shopping, mendesain logo, membuat storytelling produk, hingga pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi sederhana.

“Program ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” jelas Dr. AA Media Martadiani. “Selain membantu mitra UMKM, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung dalam praktik manajemen keuangan, sumber daya manusia, dan pemasaran.”

Baca Juga:  PLN Dorong Desa Manistutu Jadi Ikon Pariwisata dan UMKM di Bali Barat

Dosen lainnya, Dr. Made Setini, menekankan pentingnya digitalisasi sebagai alat bertahan di tengah persaingan pasar yang kian ketat. “Perubahan bukan pilihan, tapi keharusan. Digitalisasi adalah senjata utama UMKM lokal untuk tetap eksis di tengah gempuran produk impor,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan modal seperti ember besar untuk produksi, kartu nama, serta katalog produk dalam bentuk cetak maupun digital.

Baca Juga:  Pelatihan POK 2026, COMETS Unwar Siapkan Kader Ormawa Berkualitas

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi UMKM Desa Beng agar mandiri secara ekonomi, melek teknologi, dan siap bersaing di era digital. Program ini juga turut mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi sebagai bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pembangunan masyarakat. (r)