01/03/2026

Universitas Warmadewa Perkuat Kesadaran Warga Jimbaran Hadapi Bencana

 Universitas Warmadewa Perkuat Kesadaran Warga Jimbaran Hadapi Bencana

Para dosen Universitas Warmadewa bersama perangkat Desa Adat Jimbaran usai kegiatan sosialisasi “Penguatan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Bencana” yang digelar di Balai Pertemuan Desa Adat Jimbaran, Kamis (14/8/2025).

MANGUPURA (Dewannews.com)Universitas Warmadewa melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, perguruan tinggi tersebut menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Penguatan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Bencana”di Balai Pertemuan Desa Adat Jimbaran, Kamis (14/8).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WITA ini dipimpin Ketua Tim, I Wayan Ariyana Basoka, ST., M.Eng., Ph.D., bersama tim dosen dan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Warmadewa. Seluruh pembiayaan kegiatan ditanggung oleh DPPM Universitas Warmadewa sebagai bentuk nyata dukungan perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi risiko bencana.

Baca Juga:  Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Bencana di Sangeh, Pastikan Penanganan Cepat

Acara dibuka oleh Bendesa Adat Jimbaran, I Gusti Made Rai Dirga Arsana Putra, S.Kom., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman gempa bumi.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari Universitas Warmadewa. Harapan kami, kegiatan ini berkelanjutan agar masyarakat Jimbaran semakin tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.

Baca Juga:  Universitas Warmadewa Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Dusun Dukuh Abang Batudinding

Dalam pemaparannya, I Wayan Ariyana Basoka menekankan bahwa Bali berada di kawasan rawan gempa karena posisinya di jalur ring of fire. Oleh karena itu, mitigasi bencana perlu menjadi budaya bersama.

“Masyarakat perlu memiliki pengetahuan dasar tentang apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa. Hal sederhana seperti mengenali titik kumpul, mempersiapkan tas siaga, hingga memahami prosedur evakuasi bisa menyelamatkan banyak nyawa,” jelasnya.

Baca Juga:  PLN Bali Selatan Sambungkan Daya 1.040 kVA Dukung Pengolahan Air Bersih di The Nusa Dua

Materi berikutnya disampaikan oleh Dewa Ketut Ekajaya, SE., Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Badung. Ia menekankan pentingnya kesiapan desa sebagai garda terdepan dalam penyebaran informasi kebencanaan.

“Bencana tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa diminimalisasi dengan kesiapan yang baik. Desa harus memiliki rencana kontinjensi, jalur evakuasi jelas, dan sistem informasi cepat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Peringati HAN 2025, Badung Gelar Lomba Mewarnai Piala Bunda PAUD

Dewa Ketut Ekajaya juga memperkenalkan metode triangle of life (segitiga kehidupan) sebagai teknik perlindungan diri saat gempa.

Sosialisasi ini disambut antusias perangkat Desa Adat Jimbaran. Mereka aktif berdiskusi seputar titik kumpul, evakuasi mandiri, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk peringatan dini bencana.

Baca Juga:  Warmadewa Perkuat Peran Global Lewat Program Pemberdayaan Singkong di Filipina

Untuk mengukur dampak kegiatan, panitia melakukan survei sebelum dan sesudah sosialisasi. Hasilnya, rata-rata penilaian pemahaman masyarakat meningkat dari 6,91 menjadi 8,73, atau naik sebesar 26,32%.

Melalui kegiatan ini, Universitas Warmadewa menegaskan dukungannya terhadap pemerintah daerah dalam membangun masyarakat tangguh bencana.

Baca Juga:  Unwar Kian Kokoh di Level Nasional Lewat 4 Anugerah DIKTISAINTEK 2025

“Edukasi kebencanaan adalah bagian dari ikhtiar bersama melindungi masyarakat sekaligus menanamkan budaya kesiapsiagaan. Universitas Warmadewa akan terus menghadirkan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutup I Wayan Ariyana Basoka. (r)