23/02/2024
23/02/2024

Usai Penggeledahan, Penyidikan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana SPI UNUD masih Periksa Berkas

 Usai Penggeledahan, Penyidikan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana SPI UNUD masih Periksa Berkas

Kasi Penerangan dan Hukum Kejati Bali, A. Luga Harlianto.Foto/dok

DENPASAR-DewanNews.com|Kejaksaan Tinggi Bali sampai saat ini belum juga menginformasikan perkembangan terbaru terkait penyidikan kasus dugaan penyelewengan dana Sumbangan Pengembagan Istitusi (SPI) di kampus Universitas Udayana (UNUD) kepada publik.

Kasi Penerangan dan hukum (Kasi Penkum) Kejati Bali, A. Luga Harlianto saat ditanya soal perkembangan kasus ini hanya menjawab penyidik sedang bekerja dengan memeriksa sejumlah berkas yang sempat disita saat penggeledahan beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Kejaksaan Tidak Hadiri Prapradilan, Tim Kuasa Hukum Prof Antara Minta Kasus SPI Unud Dihentikan
Baca Juga:  Residivis Curanmor Asal Banyuwangi Divonis 2 Tahun Penjara

“Penyidik masih bekerja dan memeriksa berkas-berkas yang sempat disita saat penggeledahan beberapa waktu lalu. Selain itu juga masih ada pemanggilan saksi-saksi untuk dimintai keterangan,” jawab pejabat yang akrab disapa Luga saat dihubungi, Kamis (1/12/2022).

Luga juga mengatakan, sampai saat ini belum ada permohonan atau permintaan ke Pengadilan untuk mengeluarkan penetapan sita terhadap dokumen yang sempat diamankan dari kampus UNUD itu.” Sejauh ini belum ada permohonan sita dari penyidik terkait barang-barang yang dinamakan dari kampus UNUD itu,” ungkapnya.

kasus spi unud, i nyoman mardika
Nyoman Mardika.Foto/dok

Di tempat terpisah, aktivis anti korupsi di Bali, Nyoman Mardika mengatakan bahwa, Kejaksaan Tinggi Bali dalam menangani kasus SPI UNUD ini terkesan sangat tertutup. Padahal menurut dia, walaupun masih dalam proses penyidikan, sebenarnya hal yang boleh diungkap ke publik.

Baca Juga:  Eksepsi Termohon Ditolak, Prof Antara Hadirkan Empat Ahli dan Saksi Fakta
Baca Juga:  Pengacara Puspaka Pernah Sebut Siap Buka-bukaan, Jaksa Akhirnya Tetapkan DGR jadi Tersangka

“Kan tidak semua hal selama penyidikan tidak boleh diungkap ke publik. Misalnya kalau ada pemanggilan saksi, paling tidak siapa saksinya bisalah diungkap. Yang terjadi sekarang siapa saja saksi yang sudah diperiksa dalam perkara SPI ini publik tidak tahu,” kata Mardika.

Karena itu Mardika berharap agar Kejaksaan Tinggi Bali transparan dalam mengungkap kasus yang sudah menghebohkan dunia pendidikan di Bali, khususnya di kalangan mahasiswa UNUD.”Banyak yang menanti perkembangan kasus SPI ini terutama mahasiswa yang ada di UNUD,” ungkapnya.

Baca Juga:  Permohonan Praperadilan Ditolak,Tim Hukum Prof Antara: Aneh, Tersangka Dulu, Kerugian Dicari Belakangan
Baca Juga:  Jaksa Terima Putusan, Kasus Mantan Sekda Buleleng Inkracht

Selain itu, sebagai masyarakat Bali, Mardika juga menanti perkembangan kasus SPI ini, apalagi dana SPI itu dana yang berasal dari masyarakat, sehingga harus terungkap kemana selama ini dana itu dipergunakan atau peruntukannya.

Mardika kembali menekankan agar lebih terbuka dalam menangani kasus SPI ini,  jangan sampai nanti ada perkembangan setelah wartawan menanyakan.”Nanti kalau tidak ada wartawan yang tanya, terus tidak ada perkembangan, tiba-tiba muncul kabar kasusnya dihentikan dengan berbagai macam alasan. Nah, hal semacam ini jangan sampai terjadi, artinya kalau memang ada perkembangan sampaikan kepada publik melalui media,”pungkasnya.(*/EP)

error: Content is protected !!