03/11/2026

Bali Tourism Run Jadi Sarana Promosi DTW, Besakih Diusulkan Jadi Tuan Rumah Berikutnya

 Bali Tourism Run Jadi Sarana Promosi DTW, Besakih Diusulkan Jadi Tuan Rumah Berikutnya

Peserta Bali Tourism Run 2026 melintasi jalur di kawasan DTW Jatiluwih, Tabanan, Minggu (21/6/2026).

TABANAN (Dewannews.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra mengusulkan agar penyelenggaraan Bali Tourism Run dilakukan secara bergilir di berbagai daerah tujuan wisata (DTW) di Pulau Dewata. Menurutnya, konsep tersebut akan menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan lebih banyak destinasi wisata Bali kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Saat menghadiri Bali Tourism Run di Kawasan DTW Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Minggu (21/6/2026), Dewa Made Indra mengatakan ide perpindahan lokasi penyelenggaraan muncul dari pelaku industri pariwisata. Salah satu destinasi yang diusulkan untuk pelaksanaan berikutnya adalah kawasan Besakih, Kabupaten Karangasem.

Baca Juga:  ITDC dan MGPA Masuk Daftar BUMN dengan Penilaian Customer Experience

“Ide dari Ketua Asita, ajang berikutnya di Besakih. Nanti kita bahas lagi. Panduannya sudah diberikan Pak Gubernur Bali yaitu kita harus bergerak dari DTW satu ke DTW yang lain, mulai dari DTW unggulan yang merepresentasikan harmoni antara manusia, budaya, dan alam,” ujar Dewa Made Indra.

Menurutnya, menjelang peringatan 100 Tahun Pariwisata Bali pada 2027, pemerintah bersama pelaku industri pariwisata perlu terus mempromosikan berbagai daya tarik wisata yang tersebar di seluruh Bali. Ia menilai masih banyak destinasi potensial yang belum dikenal luas oleh masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara.

Baca Juga:  Kartini Fest 2025 Gaungkan Budaya dan Kecantikan Asia di The Nusa Dua

“Melalui Bali Tourism Run ini kita perkenalkan kepada wisatawan, baik mancanegara maupun wisatawan domestik. Astungkara ke depan akan menjadi lebih baik,” katanya. Dewa Made Indra juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang ditunjukkan melalui keikutsertaan lebih dari 1.700 peserta pada ajang lari santai sejauh 5 kilometer tersebut.

Ia menambahkan, Jatiluwih dipilih sebagai lokasi perdana karena menjadi simbol keharmonisan antara alam, budaya, dan manusia yang sejalan dengan konsep pariwisata berkualitas di Bali. “Kita harus terus kreatif menciptakan event pariwisata baru, salah satunya lari karena sedang tren. Kita ingin mengirim pesan bahwa pariwisata Bali tidak sekadar mencari keuntungan ekonomi, tetapi juga harus terus menempatkan akar budaya dan lingkungan sebagai fondasi utama,” tegasnya. (jk)