03/11/2026

Les Kelanguan Angkat Kearifan Kedonganan, Duta Badung Tuai Apresiasi di PKB XLVIII

 Les Kelanguan Angkat Kearifan Kedonganan, Duta Badung Tuai Apresiasi di PKB XLVIII

Barong Landung “Les Kelanguan” dari Sanggar Tari Rare Cili Kedonganan, Duta Kabupaten Badung, tampil memukau pada Utsawa Barong Landung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center) Denpasar, Selasa (7/7/2026).

DENPASAR (Dewannews.com) – Duta Kabupaten Badung sukses memukau penonton pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui garapan Barong Landung bertajuk “Les Kelanguan” yang dipentaskan Sanggar Tari Rare Cili Kedonganan di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center) Denpasar, Selasa (7/7/2026). Pertunjukan tersebut memadukan seni pertunjukan, tradisi lokal, dan pesan spiritual tentang Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha sehingga mendapat apresiasi meriah dari masyarakat yang memadati arena pementasan.

Pementasan diawali dengan tabuh petegak bebarongan “Jala Maasin” yang mengangkat filosofi air sebagai sumber kehidupan dan simbol keharmonisan alam. Garapan utama “Les Kelanguan” kemudian mengangkat tradisi Mebuug Buugan, ritual khas masyarakat Desa Adat Kedonganan yang dilaksanakan setiap Manis Nyepi. Melalui kisah anak-anak bermain lumpur merah di pesisir hingga proses penyucian diri, pertunjukan ini menggambarkan perjalanan manusia menaklukkan ego, menjalankan dharma, dan mencapai jiwa yang suci melalui penyelarasan pikiran, perkataan, serta perbuatan.

Baca Juga:  Adi Arnawa Apresiasi CSR Pelaku Usaha untuk Penanganan Sampah di Badung

Koordinator Nglawang Barong Landung Duta Kabupaten Badung, Agus Suanjaya, mengatakan tema “Les Kelanguan” terinspirasi dari kawasan hutan mangrove di pesisir timur Kedonganan. Menurutnya, garapan tersebut menjadi media untuk memperkenalkan tradisi yang masih hidup di Desa Adat Kedonganan kepada masyarakat luas. “Kami mengangkat tradisi yang ada di Desa Adat Kedonganan, terutama Mebuug Buugan yang dilaksanakan setiap Manis Nyepi. Tradisi itu kami hadirkan ke dalam konsep garapan agar masyarakat semakin mengenal warisan budaya yang kami miliki. Harapan kami, desa adat maupun duta kabupaten lainnya juga terdorong mengangkat tradisi yang dimiliki daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Agus Suanjaya menambahkan, proses kreatif pertunjukan dimulai sejak 11 Februari 2026 dan berlangsung selama sekitar empat setengah bulan. Sebanyak 108 seniman dilibatkan dalam proses latihan hingga akhirnya tampil mewakili Kabupaten Badung pada panggung PKB XLVIII. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti kuatnya komitmen para seniman dalam menjaga sekaligus mengembangkan seni tradisi Bali.

Baca Juga:  Sekeha Joged Akah Lucky Tampilkan Filosofi Kehidupan dalam PKB 2026

Sementara itu, penari pemeran tokoh kakek, Agus Suwira, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Pesta Kesenian Bali. Menurutnya, PKB menjadi ruang penting bagi para seniman untuk terus berkarya sekaligus melestarikan seni budaya Bali. “Pesta Kesenian Bali memberikan pengalaman yang sangat berkesan. Semoga kegiatan ini terus berkembang sehingga seni dan budaya Bali tetap lestari dan semakin dicintai oleh generasi muda,” kata Agus Suwira. Dalam pementasan tersebut, tokoh kakek bersama tokoh nenek yang diperankan Gung Gita menjadi simbol tuntunan, kasih sayang, dan kebijaksanaan dalam mewariskan nilai-nilai dharma kepada generasi penerus.

Tepuk tangan panjang dari penonton menutup penampilan Duta Kabupaten Badung sore itu. Melalui garapan “Les Kelanguan”, Badung tidak hanya menyuguhkan pertunjukan yang memukau secara artistik, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang penyucian diri, menjaga keharmonisan dengan alam, serta melestarikan tradisi sebagai identitas budaya Bali yang terus hidup dari generasi ke generasi. (r)