02/11/2026

OJK: Perbankan Tetap Optimistis di Tengah Ketidakpastian Global

 OJK: Perbankan Tetap Optimistis di Tengah Ketidakpastian Global

Ilustrasi

JAKARTA (Dewannews.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat optimisme industri perbankan tetap terjaga pada triwulan III 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Hal ini tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) yang berada di level 56 atau zona optimistis.

Hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK yang dilakukan pada Juli 2026 melibatkan 99 bank responden. Jumlah tersebut mewakili 97,91 persen dari total aset bank umum berdasarkan data Juni 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, industri perbankan masih optimistis terhadap prospek kinerja dan memiliki keyakinan dalam mengelola risiko. “Hasil SBPO menunjukkan industri perbankan masih optimis terhadap prospek kinerja dan memiliki keyakinan untuk mengelola risiko,” ujar Dian.

Baca Juga:  Sugawa Korry Bertekad Wujudkan Pembangunan Bandara Bali Utara

Dari sisi risiko, Indeks Persepsi Risiko (IPR) tercatat 57 dan masih berada di zona optimistis. Mayoritas bank meyakini kualitas kredit tetap terjaga, risiko likuiditas terkendali, serta Posisi Devisa Netto (PDN) berada pada level rendah dengan posisi valuta asing yang lebih besar dibandingkan kewajiban valuta asing. Perbankan juga memperkirakan alat likuid dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap tumbuh pada triwulan III 2026, sehingga net cashflow perbankan berpotensi meningkat.

Sementara itu, optimisme terhadap kinerja perbankan tercermin dari Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) yang mencapai 83 atau berada di zona optimistis. Bank responden memperkirakan kredit tetap tumbuh seiring meningkatnya permintaan dan ekspansi melalui pipeline kredit yang tersedia. Industri pengolahan yang menjadi sektor paling dominan dalam penyaluran kredit mencatat pertumbuhan kredit sebesar 16,85 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Juli 2026 dan diproyeksikan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kredit ke depan.

Baca Juga:  OJK Optimistis Sektor Keuangan Tahan Tekanan Global di 2026

Di sisi lain, industri perbankan tetap mencermati dinamika perekonomian global. Seluruh bank responden menunjukkan kewaspadaan terhadap ketidakpastian global yang berpotensi berlangsung berkepanjangan dan bahkan dapat disertai risiko pemburukan lebih dalam. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan ekspektasi peningkatan inflasi dan suku bunga acuan global yang dapat memengaruhi prospek perekonomian nasional.

Meski menghadapi berbagai tantangan, OJK menilai kinerja dan ketahanan perbankan tetap terjaga. Kondisi tersebut didukung pertumbuhan kredit yang positif, permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai. Dian menegaskan, keberlanjutan kinerja perbankan membutuhkan ekosistem ekonomi yang sehat, stabil dan kondusif agar fungsi intermediasi berjalan optimal. “Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat, perbankan diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan serta meningkatkan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan global,” kata Dian. (r)