03/11/2026

Bandara Ngurah Rai Catat 13,2 Juta Penumpang Selama Januari-Juli 2026

 Bandara Ngurah Rai Catat 13,2 Juta Penumpang Selama Januari-Juli 2026

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melayani 13,2 juta penumpang dan 80 ribu pergerakan pesawat selama Januari-Juli 2026.

MANGUPURA (Dewannews.com) – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali melayani 13,2 juta penumpang sepanjang Januari hingga Juli 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 8,5 juta penumpang rute internasional dan 4,7 juta penumpang rute domestik, menegaskan peran bandara sebagai pintu gerbang utama pariwisata dan konektivitas udara di Indonesia.

Selain melayani pergerakan penumpang, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui InJourney Airports juga mencatat 80 ribu pergerakan pesawat, terdiri atas 43 ribu penerbangan internasional dan 36 ribu penerbangan domestik selama tujuh bulan pertama tahun ini.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan seluruh operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan berjalan lancar selama periode tersebut.

Baca Juga:  Peringatan 24 Tahun Tragedi Bom Bali, Badung Gaungkan Perdamaian dan Toleransi

“Sebagai pintu gerbang mobilitas udara di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata, serta pergerakan masyarakat baik domestik maupun internasional. Selama periode Januari hingga Juli 2026, seluruh operasional penerbangan dan kebandarudaraan berjalan dengan lancar, serta pelayanan kepada pengguna jasa berjalan secara optimal,” ujar Nugroho Jati.

Pada rute internasional, lima destinasi dengan jumlah penumpang tertinggi adalah Singapura sebanyak 1,5 juta penumpang, diikuti Kuala Lumpur (903 ribu), Perth (687 ribu), Melbourne (630 ribu), dan Sydney (494 ribu).

Selama periode tersebut, penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai dilayani 44 maskapai dengan 42 rute yang menghubungkan Bali ke 16 negara. Australia menjadi negara dengan jaringan penerbangan terbanyak ke Bali, yakni melalui 12 rute.

Baca Juga:  Hujan Lebat di Bali: 7 Penerbangan Dialihkan, 14 Tertunda di Bandara Ngurah Rai

Bandara Ngurah Rai juga menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara. Sepanjang Januari–Juli 2026, sebanyak 4 juta wisatawan asing tiba di Bali melalui bandara ini. Berdasarkan data Kantor Imigrasi Ngurah Rai, wisatawan asal Australia mendominasi dengan 1 juta kunjungan atau sekitar 25 persen dari total kedatangan. Posisi berikutnya ditempati wisatawan dari China (358 ribu), India (327 ribu), Korea Selatan (174 ribu), dan Britania Raya (172 ribu).

Sementara itu, pada rute domestik, Cengkareng menjadi tujuan tersibuk dengan 2,1 juta penumpang, disusul Surabaya (738 ribu), Labuan Bajo (309 ribu), Makassar (258 ribu), dan Lombok Praya (253 ribu). Hingga Juli 2026, Bali terhubung dengan 24 rute domestikyang dilayani oleh 11 maskapai penerbangan.

Menurut Nugroho, Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak hanya menjadi gerbang masuk Bali, tetapi juga berfungsi sebagai bandara penghubung bagi wisatawan menuju berbagai destinasi di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga:  OJK Bali Kawal Transformasi BPR untuk Dukung UMKM dan Ekonomi Daerah

“Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga menjalankan peranan sebagai bandara hub, yakni menjadi penghubung penumpang mancanegara dan domestik ke berbagai destinasi di sekitarnya, termasuk destinasi wisata seperti Labuan Bajo dan Lombok. Hal ini menegaskan peranan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu simpul konektivitas penting Indonesia dan kawasan regional,” katanya.

Di sektor logistik, Bandara Ngurah Rai turut melayani 67 ribu ton kargo, terdiri atas 50 ribu ton kargo internasional dan 17 ribu ton kargo domestik.

Nugroho menegaskan capaian positif tersebut akan menjadi dorongan bagi pengelola bandara untuk terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan.

Baca Juga:  Unwar Raih Akreditasi UI GreenMetric 2026, Tegaskan Komitmen Kampus Berkelanjutan

“Catatan positif trafik periode ini menjadi momentum bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa bandara, serta memastikan standar keamanan dan keselamatan penerbangan. Kami juga mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan, mitra kerja, mitra usaha, serta kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa,” pungkasnya. (r)