10/09/2026

Drama Gong Tradisi “Tirta Usada Segara” Angkat Sejarah dan Kearifan Lokal Desa Tengkulung di PKB 2026

 Drama Gong Tradisi “Tirta Usada Segara” Angkat Sejarah dan Kearifan Lokal Desa Tengkulung di PKB 2026

Pementasan Drama Gong Tradisi Tirta Usada Segara oleh Sekaa Gong Gita Swastika, Banjar Adat Tengkulung, Kuta Selatan, sebagai Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Bali, Denpasar, Rabu (24/6).

DENPASAR (Dewannews.com) – Sekaa Gong Gita Swastika dari Banjar Adat Tengkulung, Desa Adat Tengkulung, Kecamatan Kuta Selatan, tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Drama Gong Tradisi pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Bali, Rabu (24/6). Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian seni Drama Gong yang kini menghadapi tantangan regenerasi di tengah perkembangan zaman.

Ketua Listibiya Kuta Selatan, Dr. I Wayan Deddy Sumantra, S.Sn., M.Si., mengatakan seluruh proses persiapan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Ia menyebut sekitar 90 persen pemain, penabuh, dan kru pendukung berasal dari Desa Adat Tengkulung. “Kesenian ini mampu melahirkan generasi seniman yang memiliki kemampuan berbahasa Bali yang baik sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal,” ujarnya sebelum pementasan.

Baca Juga:  Badung Tegaskan Komitmen Lestarikan Wastra Melalui Bali Fashion Week

Dalam pementasan tersebut, Sekaa Gong Gita Swastika membawakan lakon berjudul Tirta Usada Segara yang terinspirasi dari keberadaan Tirta Amerta di kawasan pesisir Desa Adat Pedungan Peluh. Kisah ini juga mengangkat sejarah serta perjalanan spiritual Pura Dalam Tengkulung yang memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat.

Ketua Sekaa Gong Gita Swastika, Wayan Wiana Aditya Pratama, menjelaskan bahwa cerita sengaja dikemas dalam bentuk Drama Gong agar lebih mudah dipahami generasi muda. “Cerita ini dikemas dalam bentuk Drama Gong agar dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi muda mengenai asal-usul dan warisan budaya desa mereka,” katanya. Ia menambahkan, proses persiapan pementasan berlangsung selama kurang lebih empat bulan dengan tantangan utama menyatukan jadwal latihan para anggota yang memiliki aktivitas berbeda.

Baca Juga:  Adi Arnawa Dorong Penataan Canggu Usai Resmikan Bale Banjar Pipitan

Lakon Tirta Usada Segara mengisahkan perjalanan Diah Manik Gegelang, putri Kerajaan DAA yang tersesat akibat diterbangkan angin kencang dan kemudian ditemukan oleh Bapa Dukuh di Padukuhan Taman Sari. Atas petunjuk gaib, sang putri diasuh hingga akhirnya ditemukan oleh Raden Bagus Panji dari Kerajaan Madra yang tengah mencari keberadaannya. Sebelum kembali ke kerajaan, keduanya memohon Tirta suci di Pura Taman Segara untuk menyembuhkan Raja DAA yang jatuh sakit akibat kehilangan putrinya.

Konflik cerita memuncak ketika sekelompok pihak berupaya merebut kekuasaan dan merencanakan pembunuhan Raja DAA. Namun rencana tersebut berhasil digagalkan setelah kedatangan Diah Manik Gegelang dan Raden Bagus Panji. Sang raja akhirnya pulih berkat Tirta Usada Segara, para pelaku kejahatan berhasil diusir, dan kisah ditutup dengan pernikahan Diah Manik Gegelang bersama Raden Bagus Panji yang kemudian dinobatkan sebagai pemimpin kerajaan. (r)