14/06/2024
14/06/2024

Jaksa Tuntut Terdawa Pembunuh Pacar 15 Tahun Penjara

 Jaksa Tuntut Terdawa Pembunuh Pacar 15 Tahun Penjara

Terdakwa pembunuh pacar yang hamil usai mengikuti sidang di PN Denpasar.Foto/DN

DENPASAR-Dewannews.com|Pria bernama I Kadek Juniarta (19) yang tega membunuh pacarnya yang sedang hamil muda terancam menua di penjara. Pasalnya, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (24/7/2023) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Made Desi Mega Pratiwi menuntutnya dengan pidana penjara selama 15 tahun.

Dalam amar tuntutannya, jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri Denpasar itu menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga:  Ini Alasan Kejari Badung Hentikan Penuntutan Kasus Pencurian Melalui Restorative Justice

“Terdakwa terbukti bersalah telah menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak dalam hal menyebabkan anak meninggal dunia. Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun,” ujar jaksa dalam surat tuntutannya.

Dalam surat tuntutan jaksa juga membeberkan sejumlah fakta yang terungkap selama persidangan. Bahwa, kasus yang menjerat terdakwa ini terjadi pada tanggal 07 Februari 2023 sekira ukul 14.30 WITA Jalan Gunung Batur Gang Carik III Nomor 5, Banjar Penyaitan, Denpasar.

Baca Juga:  Gara-gara 14 Gram Ganja, WN Brasil Diadili

Pada saat itu, korban Ni MDS yang merupakan pacar terdakwa mengaku tengah hamil dan meminta agar terdakwa menikahinya. “Tapi saat korban membicarakan soal pertanggungjawaban terdakwa selalu menghindar,” ujar jaksa dalam surat tuntutannya yang dibacakan dalam sidang.

Soal pertanggungjawaban ini korban sudah beberapa kali mengingatkan terdakwa. Nah klimaksnya pada saat sebelum kejadian. Dimana korban kembali meminta agar terdakwa menikahinya dengan alasan yang sama yaitu karena sudah hamil. Tapi saat itu terdakwa malah marah marah.

Baca Juga:  Ajukan Replik, Tim Hukum Prof Antara Pertanyakan Soal Kerugian Negara Kasus SPI

Kemudian sekitar pukul 14.30 WITA saat korban pamit pulang, tiba-tiba terdakwa mengambil selendang motif batik warna coklat dan langsung  menjerat leher korban. Saat itu anak korban sempat memberikan perlawanan hingga selendang terlepas.

“Tapi pada saat posisi berhadapan, terdakwa langsung mencekik leher korban hingga membuat korban lemas dan tidak sadarkan diri,” jelas JPU. Setelah itu terdakwa menidurkan korban dan kembali melilitkan kain selendang ke leher korban dan menarik kain tersebut selama beberapa menit.

Baca Juga:  Pimpin Rapat Evaluasi, KPN Denpasar Ingatkan Tentang Pentingnya Pelayanan

Setelah korban tidak bergerak, terdakwa menyeret tubuh korban ke gudang yang berada di sebelah timur rumah terdakwa. Lalu terdakwa mendudukkan korban dengan posisi punggung Anak Korban bersandar pada pintu Gudang dan kemudian terdakwa meninggalkan korban. (DN)