Jalan Jebol di Bajera Diprediksi Rampung Sebulan
Petugas Balai Jalan Nasional Jawa-Bali melakukan koordinasi di lokasi jalan jebol di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali, Selasa (8/7/2025). Lubang besar di jalur utama Denpasar–Gilimanuk tersebut tengah diperbaiki dengan alat berat dan ditarget rampung dalam waktu satu bulan. (Foto: Dok. Istimewa)
TABANAN (Dewannews.com) – Balai Jalan Nasional Jawa-Bali memprediksi perbaikan jalan jebol di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali, akan memakan waktu hingga satu bulan ke depan. Proses yang memakan waktu lama ini dikhawatirkan berdampak besar terhadap arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi di wilayah barat Bali, terutama jalur vital Denpasar–Gilimanuk.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I.III PJN I Bali, Pramono Tri Yulianto, mengatakan proses perbaikan harus dilakukan secara hati-hati agar hasilnya optimal.
“Kalau grusa-grusu hasilnya kurang baik juga. Dari pengamatan dan perhitungan kotor, kemungkinan satu bulan baru selesai,” ujar Pramono saat ditemui di lokasi, Selasa (8/7/2025).
Pengerjaan dilakukan 24 jam dengan sistem dua shift. Pada Selasa siang, lebih dari 30 pekerja dikerahkan dan jumlah ini akan ditambah untuk mempercepat proses. Pramono menyebut, sore hari akan dilakukan pemasangan box culvert untuk memperkuat struktur jalan karena di bawah badan jalan tersebut mengalir air.
“Kami siapkan lahan dulu untuk pemasangan box. Sore ini kemungkinan sudah datang dan langsung dipasang,” jelasnya.
Perbaikan jalan dilakukan secara matang karena di sekitar lokasi terdapat deretan ruko dengan pondasi menggantung. Salah perhitungan bisa berakibat fatal.
“Di sekitar lubang ada ruko-ruko yang pondasinya menggantung, jadi kami tidak bisa sembarangan membongkar. Kami pasang pengaman untuk mencegah keruntuhan,” tegas Pramono.
Lalu Lintas Tersendat, Dampak Ekonomi Terasa
Jebolnya badan jalan di jalur utama penghubung Denpasar–Gilimanuk pada Senin (7/7/2025) menimbulkan lubang besar, menyebabkan arus kendaraan lumpuh total dan menimbulkan antrean panjang hingga ke Kecamatan Pupuan. Jalur ini merupakan urat nadi logistik dan transportasi antar wilayah Bali dan Jawa.
Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Anton Suherman, mengatakan pihaknya telah melakukan pengalihan arus untuk mengurai kemacetan. Kendaraan besar seperti truk dan bus dialihkan ke jalur Singaraja, sedangkan kendaraan roda empat dan roda dua diarahkan ke jalur selatan melewati Polsek Selemadeg.
“Kendaraan dari Jembrana kami arahkan belok kanan di perempatan Pasar Senggol Bajera. Sementara dari Denpasar bisa belok kiri sebelum Indomaret Bajera,” kata Anton.
Ia mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan jalur alternatif ke arah Kabupaten Buleleng jika hendak menuju Gilimanuk.
Situasi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga dan distribusi barang, tetapi juga diprediksi akan mengganggu aktivitas ekonomi lokal, terutama pelaku usaha di sektor perdagangan dan transportasi.
“Saat ini lokasi sudah dalam penanganan Balai Jalan Nasional, dan pengamanan lalu lintas telah diatensi,” pungkas Anton.
